Agama Islam
KEBUDAYAAN ISLAM
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2011
KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim.
Pertama kami ucapkan rasa syukur kehadirat
ilahi robbi, karena rahmat, hidayah serta inayalah makalah ini bisa
terselesaikan walaupun kurang begitu menarik bagi pembaca.
Kedua semoga sholawat serta salam masih
tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi besar nabi akhiruzzaman Muhammad
SAW yang telah membawa kita dari zaman gelap gulita menjadi zaman yang penuh
dengan maunah dan ketentraman yakni addinul islam.
Ketiga kami ucapkan terimakasih banyak
untuk kedua orang tua kami di rumah dan makalah ini kami buat agar bisa
menambah wawasan atau ilmu bagi pembaca, walaupun makalah ini tidak begitu
menarik bagi pembaca dan makalah ini kami buat sebagai tugas kelompok mata
kuliah kita yaitu mata kuliah agama islam, semoga makalah yang kami buat ini
bermanfaat bagi pembaca.
Sekian dari kami, penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran sangat
di harapkan guna penyempurnaan makalah selanjutnya. Harapan penulis semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan semua pihak yang
menggunakan.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Dewasa
ini sering kali kita disangkut pautkan dengan kata budaya dimana manusia dan
kebudayaan sangat erat kekerabatannya. Kebudayaan itu sendiri adalah suatu
kepercayaan manusia hingga menjadi sebuah kebiasaan dan pedoman dalam hidupnya.
Di dunia ini tedapat berbagai macam ras
dan suku bangsa, berdasarkan hal ini maka tidak mengherankan jika ada berbagai
macam kebudayaan di dunia .Salah satu kebudayaan itu diantaranya kebudayaan
islam dan kebudayaan barat .
Kebudayaan islam adalah hasil olah akal, budi, cipta rasa,
karsa dan karya manusia yang berlandaskan nilai-nilai al-Qur’an dan hadist,
hasil olah akal budi, rasa dan karsa yang telah terseleksi oleh nilai-nilai
kemanusiaan yang bersifat universal berkembang menjadi sebuah peradaban.
Kebudayaan itu telah di wariskan oleh Nabi Muhammad SAW melalui
ajaran-ajarannya telah meninggalkan sesuatu yang berharga , karena beliaulah
yang telah membawa agama yang benar dan meletakkan dasar kebudayaan
satu-satunya yang akan menjamin kebahagiaan dunia ini. Agama dan kebudayaan
yang telah dibawa Muhammad kepada umat manusia melalui wahyu Tuhan itu, sudah
begitu berpadu sehingga tidak dapat lagi terpisahkan dan.
Kebudayaan Barat telah timbul pula aliran-aliran yang hendak
membuat segala yang ada di muka bumi ini tunduk kepada kehidupan dunia ekonomi.
Begitu juga tidak sedikit orang yang ingin menempatkan sejarah umat manusia
dari segi agamanya, seni, filsafat, cara berpikir dan pengetahuannya dengan
ukuran ekonomi.
Kebudayaan Islam berbeda sekali dengan kebudayaan Barat yang
sekarang menguasai dunia, dalam melukiskan hidup dan dasar yang menjadi
landasannya berbeda. Perbedaan kedua kebudayaan ini, antara yang satu dengan
yang lain sebenarnya prinsip sekali, yang sampai menyebabkan dasar keduanya itu
satu sama lain saling bertolak belakang. Yaitu kebudayaan barat berdasarkan
prinsip ekonomi sementara kebudayaan Islam berdasarkan prinsip-prinsip yaitu :
1.
Menghormati akal
2.
Memotivasi untuk
menuntut dan meningkatkan ilmu
3.
Menghindari taklid
buta
4.
Tidak
mengakibatkan kerusakan
Namun di era yang serba modern ini,
kebudayaan barat lebih mendominasi daripada kebudayaan Islam sendiri. Hampir
semua negara-negara besar di dunia adalah negara-negara yang ber-kebudayaan
barat. Contoh kecil saja di Indonesia, sebagian besar penduduknya umat islam
tapi kebudayaan-kebudayaan islamnya terlupakan. Alangkah mirisnya agama yang
dibawa oleh nabi Muhammad yang membawa bermacam-macam kebudayaan seolah-olah
sudah terlupakan oleh umatnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas,
maka dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut :
- Apa
pengertian kebudayaan dan islam ?
- Bagaimana
perkembangan sejarah dan kebudayaan islam itu ?
- Apa
contoh kebudayaan islam ?
- Apa
prinsip-prinsip kebudayaan islam ?
1.3 Tujuan
Setelah
mendiskusikan tema ini, maka kita dapat memperoleh beberapa tujuan sebagai
berikut :
- Untuk
mengetahui pengertian kebudayaan dan islam
- Untuk
mengetahui perkembangan sejarah dan kebudayaan islam
- Untuk
mengetahui contoh kebudayaan islam
- Untuk
mengetahui prinsip-prinsip kebudayaan islam
1.4 Manfaat
Dari
tujuan di atas maka setelah mendiskusikan kita dapat memperoleh manfaat begitu
besar seperti :
- Dapat
mengetahui pengertian kebudayaan dan islam
- Dapat
mengetahui perkembangan sejarah dan kebudayaan islam
- Dapat mengetahui contoh kebudayaan islam
- Dapat mengetahui prinsip-prinsip kebudayaan
islam
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Kebudayaan dan Islam
Di dalam Kamus Bahasa Indonesia,
disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “
kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia,
seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.Kebudayaan Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan
yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai
definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana
akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi
sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu
manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Menurut Ki Hajar Dewantara Kebudayaan
berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh
kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya
guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib
dan damai.
Pengertian islam berasal dari kata
ad-diin artinya keberhutangan, kepatuhan, kebijaksanaan dan kecenderungan
alami. Sedangkan menurut bahasa yaitu keteraturan, kepatuhan, tuntutan,
undang-undang, dan balasan. Menurut istilah islam yaitu suatu kepercayaan akan
keberadaan suatu kekuatan supranatural yang menciptakan dan mengendalikan alam
semesta.
Berdasarkan pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa kebudayaan islam adalah hasil
kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia yang berdasarkan Al-Qur’an
dan Hadist.
2.2 Perkembangan
Sejarah Dan Kebudayaan Islam
Di dalam memahami sejarah peradaban dan kebudayaan Islam,
perlu mengetahui pembagian berdasarkan periodesasi historis, yaitu : periode
klasik, pertengahan dan modern.
A. Periode klasik (650-1250 M)
Merupakan awal pembagian peradaban Islam. Periode ini
dimulai ketika Rasulullah SAW diangkat menjadi rasul. Dalam periode ini
terdapat tiga fase penting, yaitu :
Fase
penciptaan komunitas baru sebagai hasil transformasi nilai-nilai Islam yang
semula berbentuk kesukuan menjadi masyarakat bercorak Islam. Dalam fase ini
embrio format negara Islam berkembang sejak Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah
ke Madinah. Pada masa ini terjadi banyak pengembangan sekaligus perubahan baik
dalam bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi dan terutama bidang politik. Pada
masa ini pula embrio kegemilangan ilmu pengetahuan dan sastra Islam yang
terinspirasi dari Al Qur’an serta seni arsitektur muncul, seperti adanya
ijtihad hukum syariah pada masa Umar dan pembukuan Al Qur’an pada masa Utsman
yang bersamaan dengan munculnya ilmu-ilmu kebahasaan dan bacaan al qur’an.
1.
Fase
dimana nilai-nilai Islam dijadikan sebagai dasar istitusi kenegaraan dan elit
perkotaan.Dalam fase ini, nilai-nilai islam mengandung ajaran utama sebagai
syariah yang yang berperan untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang sesuai
dengan nilai-nilai dan ajaran dalam Islam
2.
Fase
ini yaitu peranan masyarakat Islam dalam mengubah mayoritas masyarakat Timur
Tengah menjadi komunitas yang kokoh berlandaskan monotheistik.Ciri yang paling
menonjol di dalam fase ketiga ini adalah terjadinya ekspansi kekuasaan Bani
Umayyah yang meliputi Spanyol, Afrika Utara, Timur Tengah sampai ke perbatasan
Tiongkok. Dalam catatan sejarah, keberhasilan ini melebihi kekuasaan yang
dicapai Romawi pada masa kejayaannya.
Sejarah perkembangan Islam, termasuk di dalamnya norma,
doktrin, dan peradaban masyarakatnya, sesungguhnya tidak berkembang mandiri, linier,
dan normatif melainkan berliku-liku dan tidak lepas dari kondisi sosial politik
yang mengitarinya. Oleh karena itu pembahasan terhadap Islam tidak dapat
dilepaskan dari konteks ini. Berikut adalah realitas dinamika-dinamika
perkembangan Islam :
Masa Khulafah Ar Rasyidin
Masa ini adalah masa dimana Abu Bakar berkuasa tahun 632 –
634 M. Pemerintahan Abu Bakar yang singkat habis untuk menyelesaikan persoalan
dalam negeri, terutama tantangan yang ditimbulkan ole suku-suku Arab yang tidak
mau tunduk pada Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dilakukan
hanya dengan Rasulullah SAW, sehingga secara otomatis batal dengan meninggalnya
Rasulullah SAW. Abu Bakar menyelesaikan ini dengan perang riddah, yang artinya
melawan kemurtadan. Pemerintahan yang dijalankan Abu Bakar mengikuti apa yang
terjadi pada masa Rasulullah SAW, bersifat sentralistik, dimana kekuasaan
legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan khalifah.
Kemudian Abu Bakar digantikan Umar bin Khattab yang berkuasa
tahun 634 – 644 M. Masa ini ekspansi Islam pertama kali terjadi. Syiria,
Palestina, dan sebagian besar Persia dan Mesir jatuh dalam kekuasaan Islam.
Luasnya wilayah kekuasaan memaksa Umar untuk membangun sistem pemerintahan dan
administrasi, yang dibagi menjadi delapan propinsi, yaitu : Mekkah, Madinah,
Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Tidak hanya itu saja,
departemen-departemen di tingkat pusat pun dibentuk, seperti keuangan,
pekerjaan umum, dan pengadilan. Umar yang menyebut dirinya sebagai amir
al-mukminin (komandan orang beriman)juga membentuk bait al-mal, menempa mata
uang dan menciptakan tahun hijriah, menerapkan sistem gaji dan pajak tanah.
Dalam bidang hukum, untuk pertama kalinya sistem ghanimah (pembagian harta
rampasan perang sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan sunnah) tidak diberlakukan
dan diganti dengan sistem gaji.
Utsman bin Affan yang berkuasa setelah Umar dipilih dengan
sistem formatur yang terdiri dari enam orang diantaranya Utsman Ali, Thalhah,
Zubair, Sa’ad bin Abi Waqash dan Abdurrahman bin Auf. Dalam keilmuan, Utsman
yang pertama kali membakukan sistem pembacaan Al Qur’an yang mulai berbeda-beda
saat itu sesuai dialek wilayah masing-masing.
Akan tetapi, setelah itu, Utsman tampak mulai tidak dapat
mengendalikan ambisi politik keluarganya (Bani Umayyah) dan menganggap mereka
sebagai pejabat-pejabat penting dan ‘basah’. Parahnya, Utsman juga mengklaim
diri sebagai khalifah Allah (pengganti Allah) bukan khalifah al-nabi
sebagaimana Abu Bakar, sehingga memberi kesan diktator dan berkuasa penuh.
Perubahan politik Utsman inikemudian menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan
di kalangan sahabat dan kebanyakan masyarakat, sehingga melahirkan
pemberontakan dan berpuncak pada terbunuhnya Utsman.
Ali bin Abi Thalib yang dibaiat setelah Utsman berkuasa
tahun 655 – 660 M. Masa pemerintahan Ali penuh dengan gejolak sebagai warisan
dari sistem sebelumya dan dampak kebijakan radikal yang diterapkan Ali. Ali
memecat para gubernur yang diangkat Utsman, menarik kembali tanah-tanah yang
dihadiahkan Utsman dan mengembalikannya kepada negara, menerapkan sistem pajak
tahunan, dan menghilangkan tunjangan sahabat. Gejolak pertama adalah
pemberontakan yang dilakukan Aisyah, Zubair dan Thalhah, sedang yang kedua
pemberontakan yang dilakukan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan, keluarga dan
gubernur Syiria yang diangkat Utsman. Dua pemberontakan ini memberikan dampak
teologis yang serius. Ketika Aisyah bertempur melawan Ali, sebagian shahabat
seperti Abd Allah bin Umar tidak dapat mengambil sikap dan menyerahkan keputusannya
kepada Allah, karena keduanya adalah keluarga Nabi. Aisyah adalah istri Nabi
yang berarti ummul al-mukminin (ibunya orang mukmin) sedang Ali adalah menantu
dan orang yang sangat dekat dengan Nabi. Sikap abstain sebagian sahabat inilah
yang kemudian berkembang menjadi Murjiah. Sementara itu, pertempuran Ali
melawan Muawiyah melahirkan tiga aliran teologi besar dalam Islam.
B. Periode Pertengahan (1250-1800 M)
Periode ini dapat pula dibagi
kedalam dua masa, masa kemunduran I dan masa tiga kerajaan besar.
Masa Kemunduran I (1250-1500 M)
Di zaman ini Jengiskhan dan
keturunannya datang membawa penghancuran ke dunia islam .Jengiskhan bersal dari
Mongolia . setalah menduduki peking di tahun 1212 M ia mengalihkan
serangan-seranganya kearah barat. Satu demi satu kerajaan-kerajaan islam jatuh
ketangannya . Transoxania dan khawarizm dikalahkna di tahun 1912/20M kerajan
ghazna pada tahun 1221 M. Azarbaijan pada tahun 1223 M dan saljuk di asia kecil
pada tahun 1243 M. Dari sini ia meneruskan serangan-serangannya ke eropa dan ke
rusia .
Masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800
M)
Masa
ini di bagi kedalam dua fase :
1.
Fase
Kemajuan (1500-1700M )
2.
Fase
Kemuduran II ( 1700-1800 M )
Fase kemajuan merupakan kemajuan islam II . Tiga kerajaan
besar yang dimaksud ialah kerajaan Usmani di Turki. Kerajaan Safawi di Persia
dan kerajaan Mughal di India.
Fase kemunduran II di mulai pada
tahun 1645 M ketika terjadi pemberontakan-pemberontakan pada tiga negara
tersebut .
C. Periode Modern (1800 M)
Periode ini merupakan zaman kebangkitan islam. Ekspedisi
Napolion di Mesir yang berakhir ditahun 1801 M, membuka mata dunia islam
terutama turki dan mesir akn kemunduran dan kelemahan umat islam disamping
kemjuan dan kekuatan barat. Raja dan pemuka-pemuka islam mulai berfikir dan mencari
jalan untuk mengembalikan balance of power yang telah pincang dan membahayakan
islam. Kontak islam dengan barat sekarang berlainan sekali denagn kontak islam
denagn barat diperiode klasik. Pada waktu itu islam sedang menaik dan barat
sedang daloam kegelapan. Sekarang sebaliknya, islam sedang dalam kegelapan dan
barat sedang menaik. Kini islam yang ingin belajar dari barat.
Dengan demikian timbullah apa yang disebut pemikiran dan
aliran pembaharuan atua modernisasi dalam islam. Pemuka-pemuka islam mengeluarkan
pemikiran-pemikiran bagaimana caranya membuat umat islam maju kembali sebagai
pusat peradaban seperti di periode klasik. Usaha-usah kearah itupun mulai
dijalankan dalam kalangan umat islam. Tetapi dalam pada itu barat juga
bertambah maju.
2.3
Contoh Kebudayaan Islam
Kebudayaan islam tidak hanya berdasarkan kebudayaan arab
namun kebudayaan islam juga dapat berakulturasi dengan kebudayaan masyarakat
sekitar contohnya di Indonesia. Sunan Kalijaga banyak menciptakan kidung-kidung
Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir.
Perimbangannya jelas menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan
harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Pendapat Mohammad
Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan
pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan
hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai
upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik
sifatnya.
Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi
seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari
raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu
sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten
merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam.
Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang
ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk
memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain)
sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa.
Wujud kebudayaan dalam Islam yang demikian tentunya tidak
lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar
belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam
magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi, sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua,
atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu
mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya
2.4
Prinsip-Prinsip Kebudayaan Islam
Secara umum prinsip-prinsip kebudayaan islam terdiri dari 4
prinsip antara lain :
1.
Menghormati akal
cÎ) Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@ø©9$# Í$pk¨]9$#ur ;M»tUy Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ tûïÏ%©!$# tbrãä.õt ©!$# $VJ»uÏ% #Yqãèè%ur 4n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbrã¤6xÿtGtur Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $uZ/u $tB |Mø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ
Artinya :
Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan
kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.(Ali-Imran 190-191)
Dari ayat di atas kita
bisa mengambil suatu pelajaran, bahwa kita diberi akal ini harus dimanfaatkan
dengan baik maka dari itu akal kita harus kiat pelihara dengan semaksimal
mungkin yaitu melalui suatu kebaikan, kita diciptakan Allah ini bukan
semata-mata untuk bersenang-senang di dunia ini, tapi kita dituntut untuk
memenuhi perintahnya yaitu “Sesungguhnya kami menciptakan jin dan manusia hanya
untuk beribadah” kita sebagai manusia tujuan hidup kita hanya beribadah kepada
Allah agar kita selalu mengingat siapa yang menciptakan kita.
2.
Memotivasi untuk
menuntut dan meningkatkan ilmu
Begitu pentingnya ilmu bagi kita semua,
kita dituntut oleh Allah dan rosulnya untuk mencari ilmu bahkan diwajibkan
olehnya, karena dari ilmu itulah kita bisa membedakan mana yang hak dan mana
yang bathil, sesuai dengan keterangan Allah yang tercantum dalam surat Al-Mujadillah
:
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sÎ) @Ï% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿt ª!$# öNä3s9 ( #sÎ)ur @Ï% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùöt ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uy 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×Î7yz ÇÊÊÈ
Artinya :
Hai orang-orang beriman apabila kamu
dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka
lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Mujadillah
11)
Dari pengertian diatas kita sebagai
makhluk manusia, disuruh oleh Allah untuk berlapang-lapang dalam majlis, arti
kata dari berlapang-lapang didalam majlis itu kita bisa menggambarkan yaitu
menuntut ilmu di suatu majlis agar kita senantiasa diberi ilmu pengetahuan dan
ditinggikan oleh Allah bagi orang yang beriman.Begitu pentingya ilmu Rosul
Muhammad SAW mewajibkan atas kita baik laki-laki maupun perempuan untuk
menuntut ilmu karena ilmu itulah kita bisa menggapai kebaikan di dunia dan
akhirat.
3.
Menghindari taklid
buta
wur ß#ø)s? $tB }§øs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ íOù=Ïæ 4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$# u|Çt7ø9$#ur y#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB ÇÌÏÈ
Artinya :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu
tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan
dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(Al-Isra’ 36)
Sungguh tegas Allah memberi peringatan
kepada kita, kita tidak boleh menggunakan anggota tubuh kita dengan seenaknya
tanpa dengan pengetahuan (ilmu) karena nanti di akhirat kelak diminta
pertanggung jawaban. Kita diperbolehkan untuk menggunakannya tetapi harus
diimbangi dengan ilmu pengetahuan agar bisa bermanfaat bagi kita.
4.
Tidak
mengakibatkan kerusakan
Æ÷tGö/$#ur !$yJÏù 9t?#uä ª!$# u#¤$!$# notÅzFy$# ( wur [Ys? y7t7ÅÁtR ÆÏB $u÷R9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJ2 z`|¡ômr& ª!$# øs9Î) ( wur Æ÷ö7s? y$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# ( ¨bÎ) ©!$# w =Ïtä tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÐÐÈ
Artinya :
Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.(Al-Qashasah 77)
Hidup didunia ini hanya sementara bagi
kita, kita akan melanjutkan hidup kita yang kekal di akhirat nanti. Maka dari
itulah waktu yang sebentar itu kita pergunakan dengan sebaiknya dengan melalui
perbuatan-perbuatan yang baik agar kita bisa menggapai kebahagiaan di akhirat.
Allah telah memperingatkan kepada kita
semua agar kita tidak merusak apa yang sudah disediakan oleh Allah dimuka bumi
ini, sebaiknya kita jaga sebaik mungkin muka bumi ini agar Allah selalu
melindungi kita, Allah sangat tidak suka kepada orang-orang yang berbuat
kerusakan.
Secara
khusus, prinsip-prinsip kebudayaan islam menurut Yusuf Qodariyah itu ada 8
macam prinsip :
1.
Rabbaniyah
(Bernuansa Ketahanan)
2.
Akhlaqiyah (
Perilaku baik dan buruk menurut islam)
3.
Insaniyah (
Memiliki nilai-nilai kemanusiaan)
4.
Alamiyah (Bersifat
terbuka)
5.
Tasamuh (Egaliter)
6.
Tanawwu’ (Beraneka
warna)
7.
Washatiya
(Bersifat moderat)
8.
Takamul (Terpadu)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kebudayaan
dan agama adalah dua hal yang sering kali di sangkut pautkan sehingga membawa
banyak presepsi bahwa, kebudayaan itu ada dalam agama atau agama berada dalam
kebudayaan. Padahal kebudayaan dan agama adalah dua hal yang sangat berbeda dan
tidak memiliki arti yang sama.
Islam
adalah suatu agama yang di percayai oleh manusia dari dulu dan islam sudah
memiliki kebudayaan dari dulu sejak pertama kali di kenalkan oleh Nabi Muhammad
SAW. Kebudayaan islam itu sendiri memiliki khas dan corak-corak tersendiri
dimana kebudayaan islam banyak dipengaruhi oleh kebudayaan daerah timur tengah
bahkan kebudayaan islam juga dipengaruhi oleh kebudayaan agama Hindu dan Budha
yang sudah ada sebelum islam turun di muka bumi ini.
Dengan pemahaman dii atas, kita dapat memulai untuk
memahami dan meletakkan islam dalam kehidupan keseharian kita. Kita pun dapat
membedakan kebudayaan islam itu sendiri dan kebudayaan kita di masyarakat dan
dapat membangun kebudayaan islam di masa yang modern ini dengan konsep yang
tidak lepas dari pedoman islam itu sendiri.
3.2 Saran
Berdasarkan
pemaparan diatas kita mengetahui jika islam dalam masa kegelapan dan bangsa
barat sedang menaik salah satu faktor yang menyebabkan islam tertinggal dari
barat ialah karena para umat islam tidak lagi berbangga dengan kebudayaanya
mereka lebih bangga dengan kebudayaan barat, oleh karena itu kita sebagai
generasi muda islam dan seluruh umat islam pada umumnya selayaknya melestarikan
kebudayaan islam.
DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat, “Kebudayaan
Mentalitet dan Pembangunan”, PT. Gramedia, Jakarta, 1974.
Fahmy Hamid , “Problem peradaban islam dan barat”
Nasution Harun, “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya”,
Jakarta.Universitas Indonesia.1985
Syaifuddin Asyhari,
Endang, “Wawasan Islam, pokok-pokok
Pikiran tentang Islam dan Umatnya”,Jakarta, Raja Pravindo Persada.1986
Hamidullah Muhammad, “Pangantar Study Islam”, Gary Indiana ,
Internasional Islamic Fondation.1970
Derajat Zakiyah, “ Agama Islam, Buku Pendidikan Agama Islam
Pada Perguruan Tinggi”.Jakrta, Kuning Mas.1984
Muhtarom Zaini. “ Islam untuk disiplin Ilmu Antropologi”.
Jakarta.1988
Kamus Besar Bahasa
Indonesia
Komentar
Posting Komentar