Bahasa Indonesia Akademik

 

MAKALAH

RAGAM VARIASI BAHASA YANG DIPAKAI PARA MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI DI LINGKUNGAN KAMPUS

 

 

Disusun Oleh :


ABDULLAH SYAROFI                   (121111132)



DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2011


KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim.

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar.

Semoga sholawat serta salam semoga masih tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman gelap gulita menuju zaman yang penuh dengan maunah dan ketentraman yakni addinul islam.

Makalah ini dapat terselesaikan dengan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh Karena itu, penulis ingin mengucapkan rasa syukur terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian makalah ini.      

  1. Kedua orang tua kami di rumah yang selalu membimbing dan menasehati kami.
  2. Dosen Bahasa Indonesia Akademik I yang tak henti-hentinya mengajarkan ilmunya kepada kami.
  3. Teman-teman sekelompok yang sudah meluangkan waktunya untuk mengerjakan makalah ini.
  4. Teman-teman seangkatan yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi angket kami.

Makalah ini kami buat dengan tujuan agar bisa menambah wawasan atau ilmu bagi pembaca dan penulis, walaupun makalah ini tidak begitu menarik bagi pembaca dan makalah ini kami buat sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir semester pada mata kuliah Bahasa Indonesia Akademik I, semoga makalah yang kami buat ini bermanfaat bagi pembaca.

Sekian dari kami, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran sangat di harapkan guna penyempurnaan makalah selanjutnya. Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan semua pihak yang menggunakan.

 

Penulis

 




DAFTAR ISI

Sampul Depan

Sampul Dalam

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

1.2       Rumusan Masalah

1.3       Tujuan Penelitian

1.4       Manfaat Penelitian

1.5       Tinjauan Pustaka

BAB II METODE PENELITIAN

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENUTUP

4.1       Kesimpulan

4.2       Saran

Daftar Pustaka

ABSTRAK

The paper, entitled variety of variations in language used by the students of humanities faculty University Press in everyday conversations on this campus will discuss about the use of language variation of the speakers who have different ethnic backgrounds in the context of the everyday speech. The purpose of this study is the use of language variation mendeskrisikan of the students of the Faculty of Humanities University Press. Variations in language that referred to in this study is the diversity of languages ​​spoken by the students of the Faculty of Humanities Uneversitas intraksi Airlangga in social activities in a diverse faculty. The method used in this study is descriptive qualitative and quantitative descriptive. The qualitative descriptive method that is the data already collected are classified by categories that are then analyzed and described descriptively. Deskripti is an approach that involves quantitative parameter estimation, hypothesis testing, the establishment of confidence intervals, and the relationship between the two properties (variables) or more of the parameters which have a distribution (normal distribution) of known specific.
In this research shows that social factors in a campus environment that determine variations in language that is used one. Social factors that influence the use of language such as social status, education level, age, gender, and others.

 

Key Words      : Variations, Languages​​, Students, and context


BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Variasi bahasa merupakan perpaduan atau percampuran antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lainnya dalam satu kesatuan kebahasaan yang digunakan secara bersamaan untuk berinteraksi maupun untuk berkomunikasi dan variasi bahasa merupakan sebuah pokok bahasan dalam study sosiolinguis yang berusaha menjelaskan ciri-ciri variasi bahasa, sebuah bahasan pokok dalam studi sosiolinguistik yang menetapkan korelasi ciri-ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri-ciri sosial kemasyarakatan, dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pertimbangan lawan bicara , letak geografis, kelompok sosial, situasi berbahasa atau tingkat formalitas, dan karena perubahan waktu (Lintang Fitriawan Gunadarma :2009:16)

Bahasa begitu identik dengan dinamika sosial-masyarakat, hal ini sesuai dengan pandangan desausure (1996:361) bahwa “diantara etnis dan langue terjadi hubungan timbal balik. Hubungan sosial cenderung menciptakan adanya masyarakat bahasa dan kemungkinan mencetak ciri-ciri tertentu pada langue yang dipakai. Sebaliknya, masyarakat bahasalah yang dalam batas-batas tertentu juga bisa membentuk satuan etnis. Pada umumnya satuan etnis cukup menjelaskan tentang masyarakat bahasa”.

Chaer dan Agustina (1995:88) mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia percakapan banyak menggunakan variasi sosial dalam percakapan sehari-hari, seperti bik untuk sebutan bibik (pembantu), pa untuk sebutan papa, Prof untuk sebutan professor, dan sebagainya, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya bentuk variasi bahasa yang lain.

Dalam hal ini bentuk-bentuk dari variasi bahasa belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, tentang adanya istilah-istilah idiolek, dialek, sosiolek, akrolek, jargon, dan sebagainya. Sehingga penulis tertarik untuk memberikan gambaran tentang bentuk-bentuk variasi bahasa dengan menggunakan media percakapan sehari-hari.

1.2       Rumusan Masalah

1.      Bagaimanakah unsur ragam variasi bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dalam percakapan sehari-hari ?

2.      Bagaimanakah gambaran  ragam variasi bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dalam percakapan sehari-hari ?

1.3       Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam-ragam variasi bahasa yang dipakai para mahasiwa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dalam percakapan sehari-hari. Variasi bahasa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keragaman bahasa yang digunakan oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dalam lingkungan kampus.

1.4       Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapakan dapat memberikan wawasan yang luas kepada mahasiswa mengenai ragam variasi bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dan hasil dari penelitian ini diharapkan bisa dijadikan acuan bagi semua pihak yang berkenan.

1.5       Tinjauan Pustaka

Penelitian Riefka Villycia  mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga melakukan penelitian mengenai variasi bahasa pada konteks tuturan dalam sinetron Office Boy (OB) di RCTI dalam penelitiannya, Riefka Villycia tertarik untuk memberikan gambaran tentang bentuk-bentuk variasi dengan menggunakan contoh tuturan pemain sinetron, sebab dalam tuturan pemain sinetron terdapat unsur bahasa daerah dan bahasa asing.

Lintang Fitriawan Gunadarma (2009) dalam skripsinya yang berjudul variasi bahasa percakapan santai (cangkruan) warug kopi “warung sepur” diwilayah jetis wetan kota madya Surabaya “Sebuah kajian etnografi komunikasi”.Dalam skripsinya tersebut, Lintang meneliti variasi-variasi bahasa pada penutur. Objek penelitian yang digunakan tuturan-tuturan pemainnya

            Keduanya meneliti ragam variasi bahasa dari penutur berdasarkan variasi bahasa yang disebut idiolek, yakni variasai bahasa yang bersifat perseorangan, dialek yakni variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relative, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu; kronoleg atau dialek temporal yakni variasi bahasa yang digunakan kelompok sosial pada masa tertentu. Sosiolek atau dialek sosial yakni variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya atau menyangkut semua masalah pribadi penutur, seperi usia, pendidikan, seks, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi dan sebagainya.

BAB II

METODE PENELITIAN

2.1       Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara kerja yang meliputi prosedur, teknik, dan alat yang dipilih untuk melaksanakan penelitian (pengumpulan data). Metode merupakan sesuatu yang sangat diperlukan dalam penelitian agar dapat menemukan penjelasan yang diharapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif :

2.1.1        Metode Kuantitatif

Render, B., et al, 2006 mengemukakan metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah untuk pengambilan keputusan manajerial & Ekonomi.
Metode kuantitatif merupakan pendekatan yang menyangkut pendugaan parameter, pengujian hipotesis, pembentukan selang kepercayaan, dan hubungan antara dua sifat (peubah) atau lebih bagi parameter-parameter yang mempunyai sebaran (distribusi normal) tertentu yang diketahui. Metode kuantitatif berlandaskan pada anggapan-anggapan tertentu yang telah disusun terlebih dahulu, jika anggapan-anggapan tersebut tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, apalagi jika menyimpang jauh maka keampuhan metode ini tidak dapat dijamin atau bahkan dapat menyesatkan.

Metode kuantitatif adalah ilmu dan seni yang berkaitan dengan tata cara (metode) pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan. (Tuban, 1972 dalam Solimun, 2001).

Selanjutnya implementasi metode kuantitatif dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, sebagaimanaditunjukkan pada gambar berikut:

Mengacu pada tahapan-tahapan pendekatan metode analisis kuantitatif di atas, penting untuk direnungkan dan diingat bahwa pemilihan teknik kuantitatif yang relewan sangat tergantung dari apa problem dan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan utama riset bisnis tidak selalu diperoleh dalam lingkungan yang ketat. Pengembangan tujuan kerangka analitik dibedakan dua wilayah, yaitu: (1) Non-scientific Business Research yaitu riset bisnis yang sistematis namun tidak ilmiah dengan tujuan eksplorasi, deskriptif dan prediktif. Fokus analisisnya mengungkap fenomena yang menarik bagi akuntansi & manajemen; (2) Scientific Business Research adalah rencana riset bisnis yang sistematik dan ilmiah dimana tujuan riset dapat dideskriptif, prediksi atau kausalitas. Fokus analisisnya mendapatkan hasil yang dapat digeneralisi.

2.1.2        Metode Kualitatif

Menurut Djadjasudarma (1993 : 15) metode deskriptif kualitatif adalah data yang dikumpulkan bukanlah angka-angka, dapat berupa kata-kata atau gambaran ciri-ciri data secara akurat sesuai denagn sifat alamiah itu sendiri.

Data-data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah tuturan yang digunakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dalam linkungan kampus dengan anggapan bahwa tuturan ini dapat mewakili macam-macam bentuk variasi bahasa yang akan dianalisis.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1       Hasil

            Bahasa merupakan gejala umum dan gejala yang alamiah serta manusiawi yang terjadi di dalam masyarakat. Gejala yang alamiah itu diartikan bahwa proses terjadinya bahasa di dalam masyarakat terjadi secara tiba-tiba dan lahir secara tidak sengaja sejalan dengan munculnya manusia. Sedangkan gejala yang manusiawi dalam konteks bahasa diartikan sebagai fungsi dan hakikat bahasa hanya dimiliki oleh manusia. Kemudian dalam kenyataannya, proses berbahasa oleh masyarakat sering kali mengalami akulturasi berbahasa yang terjadi secara langsung atau tidak langsung sehingga munculnya ragam variasi  bahasa di dalam masyarakat. Terjadinya ragam variasi bahasa di berbagai lingkup komunikasi sehari-hari dikarenakan oleh beberapa faktor. Diantaranya, asal daerah, faktor pendidikan, media komunikasi, serta lingkungan masyarakat. Faktor yang pertama asal daerah, faktor ini bisa mempengaruhi terjadinya variasi bahasa misalnya orang Blitar yang menetap di Surabaya. Hal ini mengakibatkan terjadinya percampuran bahasa antara bahasa  Blitar dan bahasa Surabaya sehingga menciptakan variasi bahasa kita ambil satu contoh pada kata “koen” kata ini kalau diucapkan di Surabaya itu sudah terbiasa tetapi di Blitar kata “koen” itu tidak biasa karena mereka menggunakan kata “awakmu” atau “sampeyan”. Faktor yang kedua faktor pendidikan misalnya lulusan sarjana dengan lulusan SMA bahasanya berbeda, lulusan sarjana lebih baik daripada lulusan SMA, misalnya lulusan sarjana jika akan berkata kepada orang yang tidak dikenal akan menggunakan kata “anda” tetapi lulusan SMA menggunakan kata “kamu”. Faktor yang ketiga media komunikasi, media komunikasi dapat mempengaruhi pengetahuan pendengar atau manusia contohnya seperti pada tayangan televisi atau sinetron yang di dalamnya terdapat penggunaan kata – kata variasi tertentu, pasti pendengar atau masyarakat yang menonton akan terpengaruh pada penggunaan kata, gaya bicara dan cara berbicara tayangan televisi yang di sukainya. Seperti tayangan opera van java di trans 7, di dalam penampilannya pemain-pemain opera van java sering kali menggunkan variasi ragam bahasa bahkan menciptakan bahasa baru, seperti kata “priekitiew” yang diucapkan sule. Faktor yang keempat lingkungan masyarakat misal sebuah perkampungan yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku akan memunculkan terjadinya variasi bahasa dalam percakapan sehari-hari diantara mereka.

Seperti halnya di dalam lingkungan masyarakat, universitas juga  terdapat variasi bahasa dikarenakan mahasiswanya berasal  dari berbagai suku. Misalnya saja di Universitas Airlangga mahasiswanya ada yang berasal dari suku sunda, jawa, batak, bali, betawi dan lain sebagainya.

Setelah melakukan penelitian kurang lebih tiga bulan, peneliti menemukan berbagai macam ragam variasi bahasa yang digunakan mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

 

3.2       Pembahasan

Variasi bahasa dari mahasiswa berarti siapa yang menggunakan bahasa itu, dimana tinggalnya, apa jenis kelaminnya, dan kapan bahasa itu digunakannya. Dalam percakapan sehari-hari dapat dilihat variasi bahasa dari para mahasiswa yang berkaitan dengan  dialek dan sosiolek.

3.2.1    Dialek

  Dialek yakni variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relative, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu     .Penutur bahasa Indonesia dari kawasan geografis yang berbeda dan dari kelompok sosial yang berlainan akan cenderung memperlihatkan perbedaa-perbedaan yang sistematik. Kelompok-kelompok demikian dikatakan mempunyai diallek-dialek yang berbeda, misalnya bahasa Indonesia dialek Jakarta, dan bahasa Indonesia dialek Jawa, dari bahasa yang sama, bahasa Indonesia. Jadi, dialek tidak lain dari pada suatu variasi bahasa yang berbeda secara konsisten dari variasi-variasi atau ragam lain dari bahasa yang sama digunakan dikawasan geografis yang berlainan, dan oleh kelompok-kelompok sosial yang juga berlainan (Ohoiwatun,1997:20).

3.2.2    Sosiolek

Sosiolek atau dialek sosial yakni variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, kelas sosial para penuturnya atau menyangkut semua masalah pribadi penutur, seperti usia, pendidikan, seks, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi dan sebagainya. Akan tetapi tidak semua masalah pribadi penutur tersebut dapat ditemukan dalam tuturan sehari-hari di lingkungan kampusFakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, melainkan hanya sebagian pribadi penutur yang dapat menjadi dasar variasi bahasa sosiolek, diantaranya adalah usia, pendidikan, jenis kelamin, dan pekerjaan.

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1       KESIMPULAN

            Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa tidak mempunyai satu bentuk saja , sebab akan selalu terdapat variasi-variasi berdasarkan daerah, tingkat sosial, usia, dan sebagainya. Dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa bahasa itu dalam bentuk dan maknanya menunjukkan perbedaan-perbedaan besar kecil antara pengungkapan yang satu dengan pengungkapan yang lain, akan terdenagr perbedaan-perbedaanya. Perbedaan-perbedaan bentuk bahasa seperti itu yang menimbulkan variasi. Variasi-variasi yang terdapat dalam bahasa merupakan salah satu ciri dari kehidupan dalam sebuah masyarakat pemakai bahasa itu.

4.2       SARAN
            Saran penulis adalah  bagi peneliti-peneliti lain yang ingin meneliti variasi bahasa dengan objek yang sama, diharapkan dapat mengkaji lebih dalam penelitian ini, misalnya variasi bahasa dari segi-segi yang lain.


DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul, dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. 

 Jakarta: Rineka Cipta.

 

Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:

PT. Gramedia Pustaka Tama.

 

Brata, Nugroho Trisnu. 2007. Antropologi untuk SMA dan MA Kelas XI.

Jakarta: Erlangga

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi