Filsafat Ilmu

 

FILSAFAT ILMU

Oleh : Abdullah Syarofi 121111132

 

Sebagai makhluk yang paling sempurna di alam semesta ini, manusia dibekali akal dan pikiran (Otak), dari unsur itulah manusia adalah ciptaan yang maha kuasa yang paling sempurna. Kami tahu bahwa binatang, makhluk hidup lainnya punya otak (Pikiran) tetapi mereka tidak punya akal seperti halnya manusia. Dari hal itulah, manusia mempunyai pikiran yang berbeda-beda dari masa ke masa, seumpama manusia mempunyai pikiran yang sama dari zaman A hingga zaman Z, bagaimana keadaan dunia sekarang, kami yakin bahwa dunia ini tidak akan bisa berkembang dan maju seperti ini. Sebagai makhluk homo sapien kita dibekali  atau di suruh untuk berfikir dan berfikir, pencipta kita saja menyuruh kita melalui firmannya untuk selalu berfikir dan berfikir  agar kita mengerti. Pada intinya pikiran manusia dari zaman dahulu hingga zaman sekarang itu berbeda-beda.

Kalau filsafat dan ilmu itu di gambarkan di kehidupan nyata, sama halnya seperti batu batrai dan senter, senter tidak akan bisa menerangi jikalau batu batrai tidak ada dan sebaliknya jika batu batrai ada tetapi senter tidak ada sama juga tidak akan bisa menerangi kita. Dari itulah apa sejatinya ilmu dan filsafat itu. Ilmu adalah suatu pengetahuan yang telah diuji kebenaranya secara empiris melalui metode-metode tertentu dan filsafat adalah keberanian seseorang untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya, kebenaran yang dicari telah kita jangkau. Maka dari itulah mustahil kalau kita belajar untuk mencari ilmu pengetahuan tanpa adanya filsafat. Filsafat tidak bisa luput atau hilang dari suatu ilmu pengetahuan. Jadi relasi antara filsafat dan ilmu ini sangat berhubungan sekali dan hubungan sangat erat dan saling bertimbal balik atau mengisi, sama halnya seperti batu batari dan senter tadi.

Epistemologi adalah cara kita untuk mencari suatu pengetahuan yang ilmiah dan mencari peryataan yang sebenarnya. Teori yaitu  metode (cara) yang kita gunakan untuk mencari suatu pengetahuan yang saling berhubungan dan menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena. Model yaitu gaya atau metode kita untuk mencari sesuatu pengetahuan itu. Jadi, hubungan ketiga paradigma ini sangat erat dan saling mengisi dalam penelitian kualitatif.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi