Filsafat Ilmu
PENGANTAR FILSAFAT DAN DIALEKTIKA PEMIKIRAN
IDEALISME DAN REALISME
Makna Idealisme
Secara epistemologi idealisme berasal dari kata ide yang
artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato), jadi pandangan ini lebih menekankan
hal-hal bersifat ide, dan merendahkan hal-hal yang materi dan fisik. Realitas
sendiri dijelaskan dengan gejala-gejala psikis, roh, pikiran, diri, pikiran
mutlak, bukan berkenaan dengan materi. Istilah idealisme pertama kali
digunakan secara filosofis oleh Leibniz pada mula awal abad ke- 18. Leibniz
memakai dan menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, secara bertolak
belakang dengan materialisme Epikuros.
Materialisme Epikuros merupakan sistem filsafat yang didasarkan pada
ajaran Epikuros dan didirikan sekitar 370 SM. Materialismenya membuatnya
menentang takhayul dan campur tangan para dewa. Seperti halnya Aristippos,
Epikuros percaya bahwa kesenangan itu baik. Namun cara untuk mencapainya adalah
dengan hidup sederhana dan memperoleh pengetahuan mengenai cara kerja dunia dan
batas-batas hasrat seseorang. Ini membuat seseorang merasakan kedamaian (ataraxia)
dan kebebasan dari rasa takut, serta hilangnya rasa sakit jasmani (aponia).
Perasaan tersebut dibutuhkan untuk meraih kebahagiaan dalam bentuk yang lebih
tinggi. Epikreanimse mirip namun berbeda dari hedonisme Idealisme
ini merupakan kunci masuk ke hakikat realitas.
Idealisme
adalah suatu keyakinan atas suatu hal yang dianggap benar oleh individu yang
bersangkutan dengan bersumber dari pengalaman,
pendidikan, kultur budaya dan kebiasaan.
Idealisme tumbuh secara perlahan dalam jiwa seseorang, dan termanifestasikan
dalam bentuk perilaku, sikap, ide ataupun cara berpikir.
Jenis-Jenis
Idealisme
1. Idealisme obyektif
Adalah nama yang diberikan oleh Schelling pada pemikiran
filsafatnya. Menurutnya, alam adalah inteligensi
yang kelihatan. Hal tersebut menunjukkan semua filsafat yang
mengindentikkan realitas dengan ide, akal atau roh. Hegel menerima
klasifikasi Schelling, dan mengubahnya menjadi idealisme absolut sebagai sintesis
dari pandangan idealisme
subyektif (tesis) dan obyektif
(antitesis).
2. Idealisme transendental
Adalah pandangan dan penyebutan dari Immanuel Kant. Sering disebut
juga disebut sebagai idealisme kritis. Pandangan ini mempunyai alternatif yaitu
isi dari pengalaman langsung tidak dianggap sebagai benda dalam dirinya
sendiri, sedangkan ruang dan waktu merupakan forma intuisi kita sendiri
3. Idealisme epistemologis
Adalah merupakan suatu keputusan
bahwa kita membuat kontak hanya dengan ide-ide atau pada peristiwa manapun
denga entitas-entitas psikis.
Makna Realisme
Realisme adalah suatu sikap/pola pikir yang mengikuti arus.
Individu yang realistis cenderung bersikap mengikuti lingkungannya dengan
mengabaikan beberapa/semua nilai kebenaran yang dia yakini. Sama dengan
idealisme, realisme tumbuh secara perlahan dalam jiwa dan pikiran seseorang.
Real berarti yang
aktual, yang ada; yang menunjuk kepada benda-benda atau kejadian-kejadian yang
sungguh-sungguh; bukan khayalan dan apa yang dipikirkan. Reality berarti
keadaan atau sifat benda yang real atau yang ada; yakni berten-tangan
dengan yang hanya nampak. Realism berarti kepatuhan kepada fakta, kepada
apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan.
Jenis-jenis Realisme
ü
Kecenderungan kepada materialisme dalam
bentuknya yang modern. Contoh, materialisme mekanik adalah realisme sekaligus
mekanisme;
ü
Kecenderungan terhadap idealisme; yang
menganggap bahwa akal atau jiwa merupakan keseluruhan organik;
ü
Terdapat kelompok realis yang menganggap bahwa
realitas itu pluralistik dan terdiri dari bermacam-macam jenis.
Kesimpulan
Sifat
idealisme dan realistis harus ada keseimbangan yang koheren antara keduanya agar
menjadi manusia seutuhnya. Sikap realistis diperlukan untuk memahami dan
menginsyafi kondisi real di lapangan. Sedangkan sikap idealis diperlukan untuk
memperbaiki atau menyempurnakan kekurangan yang terjadi dalam realita. Tidak
mungkin seorang manusia hanya mengikuti arus (realistis) selama-lamanya, atau
hidup akan menjadi statis. Tidak mungkin juga seorang manusia hanya
mengutamakan idealismenya semata dengan mengacuhkan realita kalau tidak ingin
dikatakan seorang pemimpin.
Idealisme dan sikap realistik bagaikan dua sisi mata uang yang saling
melengkapi satu sama lain secara absolut. Tanpa adanya sikap realistik,
idealisme hanya akan menjadi angan-angan. bagaikan mimpi di siang bolong. Sikap
idealis tanpa sifat realistis hanya akan menjadi bunga tidur dalam kehidupan
yang tidak lebih baik dari khayalan orang sakit jiwa.
Jadi pada
kenyataannya, sikap idealis dan realis bukanlah suatu hal yang saling
berkontradiktif. Justru sebaliknya, kedua hal itu harus selaras berjalan dalam
pikiran dan sikap kita agar hidup selalu mengalami progresifitas. Keseimbangan
antara idealisme dan realism dapat menghasilkan output yang tentunya lebih baik
daripada hanya condong ke satu sisi saja.
Komentar
Posting Komentar