Filsafat Kebudayaan
ANALISIS TEORI BOURDIEU DALAM X FAKTOR
INDONESIA
(Disusun untuk memenuhi Take
Home UTS Filsafat Kebudayaan)
Disusun Oleh :
Abdullah Syarofi
(121111132)
Dosen Pengampu :
Listiyono Santoso, S.S,
M.Hum.
Yudha Kukuh Karnanta, S.S,
M.Hum.
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2013
Analisis Teori Bourdieu
- Identifikasilah
aturan-aturan yang berlaku dalam arena tersebut?
- Sesuatu yang menjadi taruhan
dalam arena tersebut?
Jawaban No. 1 dan 2
About X-Factor
X
Factor Indonesia adalah suatu ajang pencarian bakat yang
diadopsi dari The X Factor (Inggris)
dengan sponsor dari FremantleMedia yang bekerjasama dengan RCTI. Ajang ini merupakan
pencarian bakat menyanyi. Berisi acara yang berhubungan dengan musik dan
mengudara selama 200 menit. Acara pencarian bakat ini digelar 2 tahun sekali.
Setelah
sukses di 40 negara dan merebut perhatian ratusan juta pemirsa televisi di
dunia, kini program x factor hadir di
indonesia lewat layar RCTI. X factor
indonesia merupakan ajang kompetisi bernyanyi dengan batasan yang luas. Semua
penyanyi dengan usia minimal 15 tahun sampai dengan usia maksimal yang tidak
terbatas, dengan kategori baik solo maupun grup vocal mempunyai kesempatan yang
sama untuk mewujudkan mimpi menjadi bintang dunia. Audisi x factor indonesia berlangsung di 10 kota di Indonesia; Medan,
Bandung, Padang, Balikpapan, Manado, Makassar, Surabaya, Jogjakarta, dan
Jakarta.
Berbeda
dengan kompetisi bernyanyi lainnya, di x
factor Indonesia, peserta tidak hanya bernyanyi di depan 4 orang juri utama
tetapi juga disaksikan oleh ribuan penonton secara langsung. Penonton di sini
akan berperan sebagai juri ke-5 yang bisa mempengaruhi keputusan juri utama.
Ajang ini tidak hanya mencari penyanyi yang mempunyai suara yang bagus,
penampilan yang bagus atau yang lainnya, tetapi ajang X factor Indonesia ini
mencari penyanyi yang mempunyai factor x yang bagus atau karakter dan ciri khas
dari masing-masing peserta kontestan dalam bidang suara atau yang lainnya.
Kontestan
yang lolos dari tahap audisi berhak lanjut ke tahap boot camp. Di tahap ini kontestan akan dibagi menjadi 4 kategori -
solo pria usia 15-24 tahun, solo wanita usia 15-24 tahun, solo pria/wanita usia
25 tahun ke atas dan grup. Tiap kategori akan dimentori oleh satu orang juri
utama. Kompetisi yang berlangsung bukan hanya diantara para kontestan, tapi
para juri pun otomatis ikut berkompetisi, saling berusaha menjadikan kontestan
mereka yang terdepan hingga lolos ke babak final.
***
Sistem Penjurian dalam ajang
ini melalui voting SMS maupun voting melalui telepon, dan setiap minggunya akan
ada Bottom Two yang di
dapatkan dari voting pemirsa dirumah. Lalu, peserta yang masuk ke dalam Bottom Two akan menyanyikan Save Me
Song setelah peserta menyanyikan Save Me Song, Juri akan memberikan
penilaian untuk menyelamatkan kontestan, dan yang mendapatkan hasil tertinggi ( 3-1 ) akan lolos ke babak berikutnya dan yang terendah akan
pulang, bila hasil seri ( 2-2 )
maka akan bertemu sesi Dead Lock
dimana hasil akan mengacu kepada hasil voting pemirsa, dan dari hasil tersebut
di dapatkan hasil voting pemirsa yang terendah, maka yang terendah akan keluar
dari kompetisi.
***
Ajang x factor
Indonesia di bagi menjadi 6 Tahap, yaitu :
- Audition:
Tahap ini merupakan audisi para peserta langsung di hadapan juri dan di
saksikan ribuan penonton.
- Boot
Camp: Pada tahap ini peserta di bagi kedalam beberapa grup dan dilatih
Bernyanyi dan Aksi Panggung, lalu di tampilkan di depan para juri, dan
para juri berhak meloloskan peserta ke babak berikutnya atau tidak. Disini
pula peserta yang lolos di kategorikan.
- JHV
(Judge Home Visit): Pada tahap ini peserta bertemu dengan para Mentor
mereka di tempat yang menggambarkan gaya hidup Mentor yang merupakan salah
satu dari keempat juri, dan para peserta juga akan di adu kembali sebelum
masuk ke babak berikutnya.
- Showcase:
Pada tahap ini kedua belas peserta yg dipilih menampilkan penampilan
mereka untuk pertama kalinya secara live di panggung Gala. Di tahap ini
juga dipilih satu peserta yg sudah tereliminasi dari tahap Judge Home
Visit (JHV) untuk menjadi peserta ketiga belas (Wild Card).
- Gala
Show: Di tahap ini peserta akan saling adu kekuatan bernyanyi mereka
secara langsung di tonton oleh jutaan penonton, dan tiap minggunya akan
ada yang tereleminasi, peserta lolos ke babak grand final berikutnya.
- Grand
Final: Di tahap ini 2 peserta ke kuatan bernyanyi jadi calon juara, juara
ke tiga akan yg tereliminasi, para juri oleh jutaan penonton , 2 peserta
lolos ke Result Show berikutnya.
- Result
Show: seminggu babak Grand Final, di tahap peserta atau sehari battle Goes
VS on hasil voting peserta dg voting anda tertinggi, sejarah sang
pelaksanaan X Factor Indonesia.
***
Taruhan (legitimasi) yang diperebutkan dalam ajang
X factor ini adalah legitimasi dari kaum dominan (masyarakat yang suka ajang
ini / pendukung), kaum dominan di sini ada juri dan voting sms seperti yang
dijelaskan di atas. Pada intinya legitimasi yang diperebutkan dalam ajang X
factor ini adalah legitimasi popular karena legitimasi ini yang menentukan
bukan hanya juri saja tetapi yang ikut andil di dalamnya bukan hanya individu
atau kelompok akan tetapi secara keseluruhan.
Refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/X_Factor_Indonesia
http://www.xfactorindonesia.com/about
- Agen-agen berikut habitus
yang diproduksi atau direproduksi stratergi yang dilakukan dalam arena
itu?
- Kuasa simbolik yang terjadi
(doksa, heterodoksa, dan ortodoksa) dalam arena tersebut?
Jawaban No. 3 dan 4
Ilustrasi
Arena Budaya X Factor

Setiap
agen terlahir memiliki struktur subjektif maupun objektif, di dalam sebuah
arena agen memiliki modal tersendiri yang digunakan untuk bertaruh dalam arena
tersebut dan setiap agen pasti memiliki modal yang berbeda-beda. Begitupun
kontes X factor yaitu memiliki penyanyi-penyanyi yang bermodal berbeda-beda
dalam hal tarik suaranya (vokalnya) ada yang memiliki modal jazz, modal rock,
modal keroncong, modal pop, dan modal lain sebagainya. Dari inilah bisa
ditelusuri bahwa mereka memiliki ciri khas suara masing-masing penyanyi
(peserta) seperti itu pasti memiliki beberapa alasan baik itu dilihat dari
struktur subjektif maupun objektif dalam diri penyanyi (peserta).
Arena
adalah suatu ruang atau tempat yang terdapat banyak perbedaan di suatu tempat
itu, namun mempunyai satu tujuan yang sama untuk memperebutkan kekuasaan dalam
suatu hal. Arena mempunyai dua fraksi yaitu fraksi dominasi yaitu fraksi yang
mempunyai relasi kuasa atas daerah
otonomnya, sedangkan fraksi terdominasi adalah para agen yang sedang bertarung
memperebutkan legitimasi dari kaum yang mendominasi. X factor adalah salah satu
contoh arena budaya X factor di sebut dengan arena budaya karena X factor
merupakan suatu ruang atau tempat yang terdapat banyak perbedaan di suatu
tempat itu, namun mempunyai satu tujuan yang sama untuk memperebutkan kekuasaan
dalam suatu hal. Dapat diketahui bahwa X factor Indonesia merupakan suatu ajang
pencarian bakat menyanyi yang memiliki beberapa genre yang berbeda diantaranya
pop, rock, jazz, dangdut dsb, namun semua itulah penyanyi ingin mendapatkan
kekuasaan atau juara dalam ajang tersebut.
X factor Indonesia ini memiliki fraksi terdominasi adalah para penyanyi
yang sedang bertarung memperebutkan legitimasi dari kaum yang mendominasi atau
ingin merebutkan juara yang diberikan oleh kaum yang mendominasi. Di dalam
suatu arena terdapat sebuah kuasa simbolik diantaranya pertama doksa yaitu (anggapan
umum) semesta yang tidak terdiskusikan, semua orang menganggap bahwa X factor
adalah kontes ajang pemilihan bakat menyanyi, benar anggapan itu anggapan yang
sangat umum dan benar-benar ada kontes itu, kedua heterodoksa yaitu suatu
anggapan atau pandangan yang menentang secara umum di arena itu,kaum
heterodoksa meenganggap bahwa ajang X factor bukan konteks pemilihan bakat
menyanyi tetapi ajang untuk menjadi artis, dari kuasa simbolik heterodoksa
inilah kuasa simbolik yang ketiga ortodoksa muncul yaitu proses melakukan dan
merasionalisasi apa yang dikemukakan oleh kaum heterodoksa bahwa ajang X factor
terbukti sebagai ajang pemunculan artis baru.
Komentar
Posting Komentar