HIDUP ADALAH PERJUANGAN


Hidup adalah perjuangan itulah kata-kata Chairil Anwar dalam sajaknya. Dimana perjuangan itu pasti membutuhkan komitmen dan kerja keras dalam menjalaninya. Tanpa keduanya dapat dikatakan bahwa seseorang tidak memiliki perjuangan atas hidupnya. Kehidupan adalah suatu perjuangan yang tak pernah ada habisnya sampai kelak menghadap yang Maha Kuasa, hidup di dunia ini selalu saja ada masalah dan berbagai cobaan yang datang menghiasi warna-warni kehidupan kita layaknya pelangi yang indah, kata-kata itulah yang selalu tegar dalam menghadapi segala masalah yang datang, meski tak jarang juga jatuh dalam keputus asaan.

Kehidupan tidak akan ada jika perjuangan itu tidak ada di kehidupan kita, begitupun sebaliknya  perjuangan tidak akan pernah ada jika kehidupan tidak ada, dua kata ini tidak akan bisa dipisahkan (arti sebenarnya) karena kedua kata ini saling keterkaitan, hidup pasti butuh perjuangan, begitu juga perjuangan pasti butuh hidup. Kalau diibaratkan dengan keadaan yang nyata, hidup dan perjuangan ini seperti sebuah alat computer dan computer itu ada power suplynya, jikalau computer semuanya lengkap tetapi tidak ada power suply, maka computer itu tidak akan bisa hidup, demikian juga jikalau power supply ada tetapi computer tidak lengakp maka computer itu tidak akan nyala pula. Jadi kita hidup ini pasti membutuhkan perjuangan, mustahil kalau kita hidup tanpa adanya suatu perjuangan.

Berbeda halnya dengan diri ini rasakan bahwa perjuangan sebenarnya adalah penderitaan. Karena untuk mendapatkan perjuangan harus dibayar dengan penderitaan. Tak lain bahwa hidup didunia ini hanyalah penderitaan belaka. Hiduplah untuk menderita, namun janganlah menderita untuk hidup. Segalanya telah berubah seiring dengan bergulirnya waktu, tak ada yang abadi di dunia ini kecuali hanya dzat Allah semata yang maha penguasa di semesta alam ………………


****

Ada sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangan di dunia ini.

 

Pada suatu hari ada seseorang yang menemukan kepompong. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu, ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut, keluar dengan mudahnya. Gembira hati orang tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu. Namun, kupu-kupu tadi mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Namun kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Dari kisah tersebut kalau kita renungi sejenak, kadang-kadang yang namanya perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan dan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita minta.

*****

Dicerita yang lain, ada seekor anjing yang masih muda dan terkenal dengan keangkuhannya. Dia merasa dirinya gagah, berani, gesit, dan cepat dalam berlari serta pandai dalam memburu mangsa sasarannya. Suatu siang, si anjing yang terbangun dari tidur nyenyaknya memutuskan hari ini dia ingin berburu dan menyantap binatang kesukaannya yakni seekor kelinci putih yang masih muda. Saat berlari-lari kecil untuk memulai hari perburuannya, tidak lama kemudian, dia melihat seekor tikus berlari melintas di depannya. Dengan iseng, dikejarnya si tikus, ditangkap dengan kuku kakinya yang tajam, tikus yang ketakutan dipermainkan dengan gembira dan setelah puas bermain, si tikus pun dilepas diiringi suara raungan si anjing untuk menakut-nakutinya. Setelah melihat tikus yang lari ketakutan, ekor si anjing kembali melambai santai. Dia melanjutkan perjalannya sambil mewaspadai setiap gerakan di sekelilingnya, tekadnya kuat untuk mencari kelinci walaupun perutnya terasa makin melilit karena kelaparan. Setelah cukup lama waktu berlalu, akhirnya dia berhasil menemukan si kelinci dan segera terjadilah kejar kejaran yang seru di antara mereka.
Kelinci yang ketakutan mengerahkan segenap tenaga dan kekuatannya berusaha menyelamatkan diri. Tanpa mempedulikan lagi segala rasa sakit akibat luka-luka di sekujur tubuhnya akibat dari menerjang dan menerobos setiap semak berduri yang dilaluinya. Hingga tiba-tiba dilihatnya sebuah lubang di tepi tebing segera dilemparkan tubuhnya masuk ke lubang gelap itu. Si anjing yang kehilangan jejak sibuk menggonggong dan mengais di sekitar lubang tetapi tubuh dan kakinya tidak cukup panjang untuk meraih kelinci di dalam lubang. Di saat yang bersamaan, anjing melihat seekor ayam di sekitar situ. Dengan segera ditangkap dan dijadikanlah mangsa. Anjing yang kelaparan tidak lagi memperdulikan apa yang menjadi makanannya. Seekor anjing tua yang menyaksikan semua ulah si anjing muda menertawakannya. "Hahaha.... Anak muda jika semua penghuni hutan tahu, apakah Kamu tidak malu? Kesombongan dan kehebatan larimu ternyata dikalahkan oleh kelinci. Taukah Kau, kenapa seekor kelinci bisa mengalahkanmu?" Sambil tertunduk malu si anjing muda menggelengkan kepala, "Karena kelinci berlari demi mempertahankan hidupnya. Sedangkan Kamu berlari untuk sekedar mengejar kesenangan dan memenuhi rasa laparmu. Kalian sama-sama berlari tetapi mempunyai motivasi yang sangat berbeda. Maka tidak heran si kelinci berhasil lolos dari kejaranmu karena kelinci berjuang untuk hidupnya."

Subhanallah, Astagfirullah

Dari cerita tersebut kita bisa mengambil suatu pelajaran, bahwa perjuangan manusia di kehidupan ini, sering kita dihadapkan pada kondisi terjepit, mundur, putus asa dan lainnya. Kalau mental kita tidak kuat maka dalam menghadapiny cenderung berhenti berusaha akhirnya yang ada tinggal depresi dan keputusa asaan yang berkepanjangan.

***

Di akhir kehidupan kita yang sangat pendek ini, mari kita perjuangkan hidup kita ini dengan sebaik-baiknya, perjuangkan hidup yang sekejap ini di jalan Allah, agar kita semua kelak nanti dapat ridhonya, dan pastinya kita akan masuk di tempat yang layak bagi kita semua yang beriman yakni surge Allah SWT. Amiinn

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi