KBI

 

Model 1 : DESKRIPSI RUANGAN, POLA OBSERVASI

MENURUT PENGEMBANGAN SPASI

DAPUR

Abdullah Syarofi[1]

            Pertama kali saya membuka pintu garasi rumah, pandangan mata saya langsung tertuju pada dapur mungil saya. Dapur tersebut kira-kira luasnya dua kali tujuh meter persegi, ruangan yang menurutku lumayan untuk ukuran dapur. Dinding dapur dicat warna kuning muda, dindingnya sedikit kusam, banyak jamur-jamur yang menempel di dinding, karena dinding dapur tersebut agak sedikit rapuh. Di dapur tersebut ada berbagai perabotan untuk memasak.

            Diseberang kulkas terdapat dua kompor gas yang satu kondisinya sudah tua karena sudah berkarat, yang satu masih mulus baru enam bulan yang lalu dibeli. Disamping kanan kompor terdapat tempat untuk mencuci piring, tempat cuci piring tersebut lumayan bersih. Tepat disamping cucian piring terdapat rak piring yang terbuat dari bahan stenlis. Piring, gelas, sendok, mangkok dan garpu tersususun rapi sesuai dengan tempat yang sudah disediakan. Didekat rak tersebut terdapat sebuah lemari yang terbuat dari kayu jati dan diplitur warna coklat, ibu menyimpan bumbu-bumbu dapurnya di lemari tersebut.

Di dalam lemari tersebut tersimpan bumbu-bumbu dapur yang rata-rata dipakai secara instan untuk membuat masakan. Di dekat lemari tersebut terdapat sebuah meja makan persegi panjang dengan empat kursi. Keluarga kami memang biasa makan bersama di meja persegi panjang tersebut, meja makan dengan taplak meja bermotif bunga mawar, ditindih dengan kaca supaya noda-noda makanan tidak jatuh dan membekas di taplak meja tersebut. Di tengah meja terdapat vas bunga plastik dengan replika buah-buahan di dalam keranjang.

            Diseberang pintu dapur terdapat kamar mandi yang mungil, cat kamar mandi tersebut berwarna hijau. Disamping dapur rumah terdapat sebuah pintu lagi yang tembus dengan sebuah garasai lumayan luas untuk parkir sebuah mobil. Dinding garasi tersebut dicat dengan warna biru mudah, namun di dinding tersebut banyak bekas ban yang mengotori tembok.

            Antara  ruang dapur dan garasi memang sengaja didesain letaknya berdekatan oleh ayah, karena ayah berpikir jika kita baru pulang dari mana saja kita harus masuk dari pintu belakang dan langsung mencuci tangan dan kaki yang letaknya dekat dengan dapur. Dengan begitu saat memasuki kamar keadaan kita sudah dalam kondisi yang bersih kembali. Tidak dipungkiri bahwa ruang dapur di rumah ku merupakan ruang yang sering digunakan untuk lalu lalang seluruh anggota keluarga, mungkin karena pintu dapur tersebut juga menghubungkan ke garasi dan ini yang menjadikan lantai dapur sering dipel oleh Ibu. Karena bekas kaki yang tertinggal di lantai.

§  Ragangan :

Paragraf 1: Kesan Pertama

Paragraf 2: Dinding sebelah kanan

Paragraf 3: Dinding sebelah kiri

Paragraf 4: Kamar mandi

Paragraf 5: Akhir

 

 

 



[1] NIM: 121111132, Kelas: B

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi