Kesusastraan

 

AKU

Chairil Anwar



Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

 

            Maksud dan arti dari puisi karya Chairil Anwar ini menurut saya adalah Chairil Anwar ini sudah mempunyai firasat bahwa umurnya tidak akan bertahan hidup panjang lagi, kita bisa menengok kemunculan puisi yang berjudul AKU ini pada tahun 1943 padahal Chairil Anwar dipanggil sang pencipta untuk selama-lamanya pada tahun 1949, dari  6 tahun  itulah Chairil Anwar sudah berfirasat seperti itu, dari firasat itulah dituangkan oleh Chairil Anwar melalui kata-kata yang dibuat dengan gaya yang khas yang menjadi puisi.

            Pada puisi ini Chairil Anwar menggambarkan tentang dirinya sendiri bahwa beliau ingin memeperjuangkan negaranya walaupun peluru menembus kulitnya, beliau masih ingin tetap menjaga atau memperjuangkan negaranya. Walaupun beliau bukan pahlawan tetapi semangat juang untuk memperjuangkan negaranya sangat tinggi dan tidak perduli sama siapapun demi negaranya. beliau ingin seribu tahun lagi untuk selalu memperjuangkan negaranya, tetapi Allah berkehendak lain, beliau baru menginjak kedewasaanya beliau telah di panggil oleh sang penciptannya untuk selama-lamanya.

SEKIAN

Abdullah Syarofi

121111132

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi