Kesusastraan
LAPORAN BACA NOVEL
PENGANTAR KESUSASTRAAN
RAUMANEN
Marianne Katoppo
ABDULLAH SYAROFI
121111132
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2011
v Judul
Buku : RAUMANEN
v Penerbit : PT Gaya Favorit Press
v Jumlah
Halaman : 95 Hal
v Terbitan : Cetakan
Pertama
v Pengarang : Marianne Katopo
LAPORAN BACA :
Raumanen adalah novel sastra yang terkenal pada zamannya. Bahasanya mudah
untuk dipahami, dan dimengerti oleh sang Pembaca. Didalam novel ini Mariane
Katopo mencoba membuka pikiran pembaca tentang kehidupan Raumanen yang aslinya
atau dilahirkan di Manado tetapi dia tidak bisa berbahasa Manado.
Raumanen adalah seorang wanita yang
berasal dari Manado.
Dia merupakan putri dari Pak Toar Rumokoi,
salah satu wartawan terkenal.
Dia merupakan salah satu mahasiswi salah satu
perguruan tinggi di Jakarta.
Meskipun dia berasal dari manado namun dia
tidak mengerti bahasa Manado karena sejak kecil dia sudah menetap di Jakarta. Bahakan
dia justru mengerti bahasa Batak, karena ia belajar kepada salah satu
tetangganya yang berasal dari Batak. Suatu malam ia pergi ke rumah bapak
profesor. Ia datang bersama kedua rekannya dari pengurus pusat pergerakan
mahasiswa. Bapak profesor merupakan pelindung organisasi yang di geluti oleh
Raumanen dan teman-temannya. Ia ingin menghadiri pesta ulang tahun bapak
profesor yang ke enam puluh. Di pesta tersebut Raumanen bertemu dengan seeorang
yang bernama Monang, Monang berasal dari Batak. Mereka terlihat akrab
seolah-olah mereka adalah teman lama yang sudah kental dengannya. Monang
berasal dari Sumatera Utara. Ia berasal dari suku Batak. Ia merupakan lulusan salah
satu institute terbaik di Negeri ini. Ia berasal dari keluarga yang cukup kaya.
Sehingga segala kebutuhannya dipenuhi oleh orang tuanya.
Sejak
pertemuan itulah Raumanen dan Monang sering bersama. Mereka akhirnya menjalin
suatu ikatan atau hubungan. Meskipun Monang dikenal sebagai orang yang tidak
setia namun Raumanen tidak memperdulikannya. Ia tetap menjalin ikatan dengan
Monang. Bahkan meski telah di peringatkan oleh Patrik dan yang lain, ia tetap menghiraukannya.
Di suatu malam yang sunyi mereka pergi bertamasya ke puncak. Mereka melihat
indahnya gunung-gunung dan hijaunya kebun-kebun teh. Ketika mereka akan kembali
ke Jakarta mobil yang mereka tumpangi mogok di Cibogo. Saat itu tengah hujan
lebat. Meski Monang telah mencoba memperbaiki, namun mobil tersebut tak kunjung
hidup. Akhirnya mereka memutuskan untuk berteduh di suatu bungalow yang
terletak di dekat mereka. Mereka awalnya hanya berniat duduk di depan bungalow
tersebut. Namun penjaga bungalow membukakan pintunya agar mereka berdua bisa
bertedu. Apa yang terjadi setelah itu, Kesuciannya keperawananya berhasil
direnggut oleh Monang hingga akhirnya Raumanen hamil.
Pada awalnya Monang mau bertanggung jawab
dengan menikahi Raumanen atas perilaku buruknya kepada Raumanen yang merenggut
keperawananya. Namun Ibunya tidak merestui karena itu bertentangan dengat adat
Batak. Adat Batak memang mengharuskan untuk berkeluarga dengan sesama warga
Batak dan melarang menikah dengan orang yang berasal dari suku lain. Monang
akhirnya dinikahkan dengan seorang wanita yang berasal dari Batak. Raumanen
yang putus asa pada akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dengan cara mengiris
urat nadinya menggunakan pisau.
SEKIAN
ABDULLAH SYAROFI
121111132
Komentar
Posting Komentar