Leksikografi
ESAI PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Bahasa adalah suatu perhiasan yang sangat mahal bagi
setiap Negara yang ada di dunia ini, bahasa merupakan satu-satunya alat yang
bisa untuk interaksi antar manusia. Bahasa
merupakan hal terpenting dalam suatu negara karena melalui bahasa kita dapat
saling berkomunikasi, saling berinteraksi satu sama lain baik secara lisan atau
tulisan, selain itu melalui bahasa kita dapat mengetahui jati diri suatu
bangsa, begitu pula di Negara kita tercinta Indonesia memiliki bahasa Indonesia
sebagai suatu jati diri bangsa kita.
Setiap
bahasa yang muncul di suatu Negara manapun baik di eropa, afrika, asia dan lain
sebagainya, diantaranya adalah Negara Indonesia memiliki peristiwa-peristiwa
munculnya bahasa itu. Sebagai orang Indonesia dan katanya bangga dengan
negaranya, marilah kita belajar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa penting
atau sejarah lahirnya bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa dan agar kita
mampu untuk lebih menghargai bahasa kita sendiri
Di dalam sejarahnya bahasa Indonesia telah berkembang sangat
menarik. Bahasa Indonesia yang tadinya hanya merupakan bahasa Melayu dengan
pendukung yang kecil telah berkembang menjadi bahasa Indonesia yang besar.
Bahasa Indonesia yang tadinya berkembang dari bahasa Melayu itu telah menggeser
sejumlah bahasa lokal (etnis) yang kecil. Bahasa Indonesia yang semulanya
berasal dari bahasa Melayu itu bahkan juga menggeser dan menggoyahkan bahasa
etnis-etnis yang cukup besar, seperti bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Bahasa
Indonesia telah menjadi bahasa dari masyarakat baru yang bernama masyarakat
Indonesia. Di dalam persaingannya untuk merebut pasar kerja, bahasa Indonesia
telah mengalahkan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia
juga telah tumbuh dan berkembang menjadi bahasa yang modern pula. Perkembangan yang
demikian akan terus berlanjut. Perkembangan tersebut akan banyak ditentukan
oleh tingkat kemajuan masyarakat dan peranan yang strategis dari masyarakat dan
kawasan ini di masa depan. Diramalkan bahwa masyarakat kawasan ini, yaitu
Indonesia, Malasyia, Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Filipina akan
menjadi salah satu global-tribe yang penting di dunia. Jika itu terjadi, bahasa
Indonesia (lebih jauh bahasa Melayu) juga akan menjadi bahasa yang lebih
bersifat global. Proses globalisasi bahasa Melayu (baru) untuk kawasan
Nusantara, dan bahasa-bahasa Melayu untuk kawasan Asia Pasifik (mungkin
termasuk Australia) menjadi tak terelakkan. Peranan kawasan ini (termasuk
masyarakatnya, tentu saja) sebagai kekuatan ekonomi, industri dan ilmu
pengetahuan yang baru di dunia, akan menentukan pula bagaimana perkembangan
bahasa Indonesia (dan bahasa Melayu) modern. Bahasa dan sastra Indonesia sudah
semenjak lama memiliki tradisi kosmopolitan. Sastra modern Indonesia telah
menggeser dan menggusur sastra tradisi yang ada di pelbagai etnis yang ada di
Nusantara.
http://dhofernandho.blogspot.com/2012/12/perkembangan-bahasa-indonesia-dalam-era.html
Sejarah awal bahasa Indonesia dimulai pada tahun 1901 pada saat ini
bangsa Indonesia masih belum terlepas dari penjajahan kejam oleh bangsa luar yaitu
disusunya ejaan resmi bahasa melayu oleh Ch. A Van Ophusijen yang dimuat dalam
kitab Melayu yang berbahasa Melayu. Pada tahun 1908 pemerintah mendirikan
sebuah badan penerbit buku bacaan yang diberi nama commissie voor de
volkslectuur yang terkenal dengan taman bacaan rakyat yang kemudian pada tahun
1917 diubah menjadi balai pustaka, balai pustaka menerbitkan buku-buku novel,
seperti siti nurbaya dan salah asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam,
penuntun memelihara kesehatan, dan lain sebagainya yang tidak sedikit membantu
penyebaran bahasa melayu di kalangan masyarakat luas.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah waktu yang paling dinanti oleh
kalangan penduduk Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang
paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia kedepanya karena pada
tanggal 28 Oktober 1928 itulah para pemuda pilihan mencanangkan tonggak yang
kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia. Pemuda pilihan bersumpah pada sumpah
pemuda dengan kata bahwa “Satu bahasa, bahasa Indonesia”, dari kata-kata sumpah
itulah kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa bahasa Indonesia adalah
bahasa pertama dan yang terakhir abadi untuk selamanya bagi orang-orang yang
hidup di Negara Indonesia. Setelah di canangkan bahwa bahasa Indonesia
resmi menjadi bahasa nasional Indonesia, pada tahun 1933 secara resmi
berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menanamkan dirinya pujangga
baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dkk.
Makin
lama makin berkembang pada tanggal 2-28 Juni 1938 dilangsungkan kongres bahasa Indonesia I di
Solo. Dari hasil kongres di Solo ini dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan
dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan
dan budayawan saat itu. Pada tanggal 18 Agustus 1945
ditandatanganilah Undang-undang 1945, yang salah satu pasalnya (pasal 36)
menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik
(ejaan Soewandi) sebagai pengganti ejaan van Ophuisjen yang berlaku sebelumnya,
ejaan van Ophuisjen era Melayu lama-kelamaan diganti ejaannya dengan ejaan
republik.
Kongres bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober 2
November 1954 adalah juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk
terus menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa
nasional dan ditetapkan sebagai bahasa negara itu.
Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan
penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan melalui pidato kenegaraan
di depan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan presiden no. 57, tahun
1972. Pada tanggal 31 Agustus 1972
menteri pendidikan dan kebudayaan menetapkan pedoman umum ejaan Indonesia yang
disempurnakan dan pedoman umum pembentukan istilah resmi berlaku di seluruh
Indonesia.
****
Bahasa Indonesia ialah bahasa yang terpenting di kawasan Republik kita,
dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, berarti kita telah
menjunjung tinggi bahasa persatuan seperti yang diikrarkan dalam sumpah pemuda
pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun saat ini pemakaian bahasa Indonesia baik
dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa
anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul, bahasa gaul kadang muncul dalam
penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan
bahasa tidak baik dan tidak benar, padahal sebaiknya sebagai generasi muda kita
lah yang seharusnya bangga menggunakan bahasa tersebut, selain itu dengan
menunjukkan bahwa kita bangga menggunakan bahasa Indonesia itu menunjukkan kita
sebagai generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, mungkin
memang kita tidak akan menggunakannya secara sangat baik namun tak ada salahnya
kita sering menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari contohnya
dalam kehidupan perkuliahan saja terkadang dalam forum resmi seperti diskusi
kita menggabungkan bahasa Indonesia dengan dialeg bahasa daerah atau bahasa
gaul yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia seutuhnya karena kita berada
dalam suatu forum resmi. http://menurhidayani.blogspot.com/2012/12/perkembangan-bahasa-indonesia-di-era.html
Refrensi :
http://dhofernandho.blogspot.com/2012/12/perkembangan-bahasa-indonesia-dalam-era.html
http://menurhidayani.blogspot.com/2012/12/perkembangan-bahasa-indonesia-di-era.html
Komentar
Posting Komentar