Pengantar Kesusastraan
BURUNG-BURUNG MANYAR
Judul Buku : Burung-Burung Manyar
Pengarang : Y.B Mangunwijaya
Penerbit
: Djambatan
Cetakan
: ke-13/2004
Dengan
mengambil setting waktu zaman lalu, Mangunwijaya sebagi pengarangnya,
Burung-burung Manyar tergambar sangat apik dengan cerita berpusat pada Sutadewa
(Leo alias Teto), seorang anak kolong, pemuda yang berpendidikan tinggi,
seorang dokter tamatan Universitas Havard yang menjadi ahli computer di sebuah
perusahaan besar di Amerika. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga tentara KNIL.
Ayahnya seorang kepala garnisun II pada masa KNIL, Belanda berpangkat letnan.
Maminya dikenal sebagai wanita indo bernama Marice, seorang wanita yang
terkenal cantik.
Teto
merupakan keturunan keratin dan indo-Belanda. Ayahnya, Letnan Barjabasuki
menjabat kepala Garnisun Divisi I di Magelang. Dengan demikian Teto bebas
bergaul dengan anak-anak Belanda maupun Indo-Belanda. Teto sangat bangga pada
ayahnya hingga ia pun bercita-cita menjadi tentara KNIL Belanda seperti
ayahnya. Ia percaya bahwa dengan bergabung dan mengabdi pada KNIL, kehidupannya
akan menjadi lebih baik. Ketika Jepang berhasil mengusir tentara KNIL Teto
merasa sangat terpukul. Kehidupan keluarganya menjadi kacau. Ayahnya ditangkap
dan disiksa Jepang, dan hampir saja dibunuh kalau saja ibunya tidak
menyelamatkannya. Komandan tentara Jepang memberi pilihan kepada ibunya:
menjadi wanita penghibur komandan Jepang atau nyawa suaminya melayang.
Terdorong keinginan untuk menyelamatkan nyawa suaminya, terpaksalah Ibu Teto
memilih menjadi wanita penghibur. Berkat pengorbanan ibunya inilah ayah Teto
akhirnya dibebaskanoleh tentara Jepang. Betapa hancur hati Teto menyaksikan penderitaan
yang dialami kedua orang tuanya. Ia sangat dendam terhadap tentara Jepang yang
telah menghancurkan keluarganya. Ketika kemudian tentara Jepang pergi dari
Indonesia dan Belanda kembali ke Indonesia dengan berlindung di balik tentara
Sekutu, Teto sangat gembira menyambutnya. Cita-citanya menjadi tentara KNIL
bakal menjadi kenyataan. Karena dedikasi dan kedisiplinannya, Letnan Dua Teto
sangat disenangi komandan KNIL. Dalam waktu dua bulan Teto sudah diangkat
menjadi komandan patroli. Di sisi lain, ibu Teto, Marice menderita lahir batin
karena tak kuasa menghadapi kenyataan hidupnya. Akhirnya Marice mengalami
gangguan jiwa dan menjadi pasien tetap rumah sakit jiwa di Bogor. Sementara
nasib ayah Teto, Barjabasuki juga tidak ketahuan rimbanya. Menurut mayor
Verbruggen, ayahnya telah bergabung dengan tentara republik dan termasuk
buronan KNIL. Karena posisi tentara KNIL lama-lama makin lemah akibat
perlawanan rakyat Indonesia, akhirnya Belanda meninggalkan Indonesia. Betapa
malu hati Teto. Dia malu pada dirinnya sendiri mengapa tidak bergabung dengan
tentara Republik. Ia malu terhadap kekasihnya, Larasati atau Atik, teman
sepermainannya sejak kecil, yang berjuang demi bangsanya. Larasati alias Atik
adalah teman sepermainannya sejak kecil. Ia adalah seorang perempuan modern,
teman sepermainan Teto sejak kecil. seorang anak kesayangan dan dimanja oleh
kedua orang tuanya lebih-lebih oleh kedua orang pembantu di rumahnya. Ia anak
keluarga yang cukup terpandang. Secara rinci, demikianlah kisah masa-masa kecil
Teto:
Teman-teman
Teto hilang sewaktu Jepang datang dan tentara KNIL kalah. Sekarang Teto bersama
teman-temannya yang sekolah di SMT (Sekolah Menengah Tinggi = SMA) sering
diindoktrinasikan oleh Jepang. Teto mulai membantu papinya, mematai-matai dan
mengetahui rahasia Mayor Kanagashe pemimpin tentara Jepang, dengan memasang
radio sadapan. Hal ini dapat dilakukan Teto karena Mayor Kanagashe terbuai oleh
gundiknya. Tame Paulin. Di Jakarta papi Teto ditangkap oleh Kempetai Jepang.
Dari Ibu Antana, sahabat karib maminya, diketahui Teto pula bahwa maminya pun
terpaksa menjadi gundik oknum tentara Jepang, bila nyawa papinya mau selamat.
Perasaan sedih dan kesal Teto tak terkirakan. Papinya ditangkap, disiksa dan
ibunya yang cantik dan yang disayanginya terpaksa melayani nafsu para oknum
tentara Jepang. Sejak itu luka hatihya terhadap segala yang berbau Jepang mulai
berkobar. Sejak itu pula ayah dan ibu Atik menjadi orang tua angkatnya, karena
hanya mereka yang mengerti penderitaan Teto. Teto ingin mengikuti jejak ayahnya
menjadi tentara KNIL ditempa oleh rasa dendam dan marahnya kepada tentara
Jepang, dan demi membela papi dan maminya. Leo alias Teto ditangkap oleh anak
buah Mayor Verbruggen, Batalyon NICA, ketika ia berjalan di Pasar Baru. Setelah
dihadapkan kepada komandan, ia menyerahkan dokumen dari maminya yang menjadi
gundik Jepang. Dokumen itu dikirimkan melalui Ibu Antana. Dari Ibu Antana pula
Teto mendapat kabar yang tidak pasti bahwa maminya telah meninggal.
Pada akhir
pertemuan itu Mayor Verbruggen mengangkat Leo menjadi letnan karena Leo
mengetahui banyak daerah di Jakarta. Ternyata pula papi Leo adalah teman
Verbruggen ketika Sekolah di Negeri Belanda. Bahkan maminya, Marice, pernah
menjadi kekasih Verbruggen yang tak dapat dilupakannya. Dalam tugas kemiliteran
pada saat-saat yang tegang Leo berkunjung ke tempat Atik di Kramat seperti
sebelumnya kini telah tumbuh perasaan lain antara Leo (Teto) dengan Atik.
Bahkan hati Bu Antana telah mengharapkan agar Teto dapat menjadi menantunya,
suami Atik. Tetapi sekarang Teto tidak menjumpai seorang pun. Keluarga itu
telah mengungsi. Dari lubang kunci pintu Teto mendapatkan surat Atik. Dari
catatan itu Teto mengetahui bahwa Atik telah ambil bagian dalam perjuangan
pihak republik, yaitu menjadi sekretaris pemerintah RI. Kini perasaan cinta
kasih dan jengkel berpadu dalam dirinya, karena Republik juga merupakan musuh
NICA. Kunjungan Leo ke tempat Atik pejuang republik tercium oleh NEFIS (
Tahun 1946
terjadi hal yang membingungkan Teto. Kekuasaan Republik dengan kesigapan dan
kedisiplinan tentaranya mulai terlihat nyata. Belanda mengingkari perundingan.
Serangan mereka mulai membabi buta. Pesawat terbang Belanda mengambil sasaran
di tepi sawah. Atik menyaksikan sendiri ayahnya gugur dalam serangan itu.
Yogyakarta diduduki Belanda. Banyak kejadian yang meresahkan masyarakat. Banyak
orang gadungan yang mencari kesempatan berbuat tidak senonoh. Dalam pergolakan
itu Jenderal Spoor mati. Aksi militer Belanda tamat riwayatnya dan hiduplah
Republik. Teto terus berusaha menyusul Verbruggen. Rupanya Verbruggen memang
mencari seseorang setelah mendapat berita dari intelijen Belanda. Marice
ditemukan di Rumah Sakit Syaraf. Marice telah berubah ingatan karena
penderitaan batin yang tak tertahankan. Ucapannya yang selalu berulang ialah Segalanya
telah kuberikan kepada mereka, tapi mereka ingkar janji. Betapa hancur
perasaan Leo dan Verbruggen. Perasaan Leo hancur karena penderitaan maminya
tercinta, sedang perasaan Verbruggen hancur karena Marice tak lain adalah
kekasih yang sangat dicintainya, yang menyebabkan ia sampai sekarang tidak
menikah.
Penyerahan
kedaulatan kepada RI sebagai hasil KMB di Den Haag telah berlangsung. Atik dan
ibunya berziarah ke makam ayahnya. Pikiran Atik kacau antara kemenangan
Republik dan kekasihnya, Teto, tentara KNIL, yang dikenal sebagai pengkhianat
bangsa. Tapi ia tetap memaklumi semua arti dan perasaan Teto terhadapnya.
Mengapa Teto seorang KNIL yang justru melemparkan Stengun dan pistol tanpa
mengganggunya kendati Teto tahu bahwa ia pejuang Republik.
Berpuluh
tahun kemudian setelah kemerdekaan RI Teto berziarah ke makam maminya di
Magelang. Kesempatan itu digunakannya pula untuk melihat tempat-tempat kenangan
ketika ia masih kanak-kanak yang menjalani kenangannya rasa bahagia dengan
orang tuanya. Ia tinggal di rumah KRT Prajakusuma, seorang kepala desa.
Dipaksakannya untuk menyaksikan bekas kekasihnya Nyonya Yanakatamsi yang tidak
lain adalah Larasati alias Atik, mempertahankan disertasi untuk mendapat gelar
doktor. Larasati telah menjabat Kepala Direktorat Pelestarian Alam. Ia akan
mempertahankan disertasi untuk mendapatkan gelar doktor Biologi. Kini ia telah
menjadi istri seorang dekan fakultas kedokteran. Tesis yang akan dipertahankannya
berjudul “Jatidiri dan Bahasa Citra dalam Struktur Komunikasi Varietas Burung
Ploceus Manyar”. (Ploceus Manyar = Burung-burung Manyar). Semua pertanyaan yang
diajukan profesor penguji dapat dijawab Dra. Larasati Yanakatamsi dengan tepat
dan jitu. Jawabannya menyangkut kehidupan, kemanusiaan, kemasyarakatan,
kecintaan, kasih sayang, komunikasi, dan hubungan generasi. Teto merasa betul
bahwa jawaban Atik dalam sidang senat itu tepat mengenai dirinya selama ini,
sekalipun Atik tidak mengetahui bahwa ia turut hadir dalam sidang pengujian
itu. Ia sadar akan kekeliruannya selama ini. Ia pulang lebih dahulu sebelum
sidang selesai. Kehadiran semua tamu dapat diketahui. Alamat Teto pun
diketahui. Yanakatamsi bersama istri datang ke rumah KRT Prajakusuma. Mereka
ingin berjumpa. dengan Teto. Pertemuan itu sangat mengharukan, karenaTeto
dirasakan sebagai kakak dan sekaligus kekasih oleh Nyonya Yanakatamsi. Namun
Yanakatamsi penuh pengertian. Pertemuan itu benar-benar menggembirakan dan
mengharukan.
Suami Atik sudah lama mengenal
nama Teto dari Atik sendiri. Bahkan perkenalan Yanakatamsi dengan Larasati
berawal dari pertemuan mereka karena Atik sering diajak ibunya berziarah dan
membersihkan roakam Marice, mami Teto. Tetap akhirnya diajak tinggal bersama di
rumah keluarga Larasati. Teto bersaudara layaknya dengan Atik dan suaminya.
Namun kenangan lama tetap sukar mereka lupakan. Antara sandiwara dan
keterusterangan sukar dielakkan. Dalam pada itu, keberanian Teto menyoroti
penyelewengan perusahaan tempat ia bekerja sukar pula ditahannya, menyebabkan
ia diberhentikan dari Pasific Oil Wells Company.
Hubungan Teto
dengan keluarga Atik terlihat baik. Sesekali masih terbayang pada Ibu Antana
mengapa bukan Teto menantunya. Demikian pula Atik tetap mendambakan keperkasaan
Teto di samping suami dan ketiga orang anaknya. Kemesraan batinnya dengan Teto
tetap mengendap dalam lubuk hatinya. Namun Teto yang telah memiliki kesadaran
tetap.berupaya agar batas keduanya tetap terjaga. Dalam perjalanan menunaikan
ibadah haji, musibah menimpa Yanakatamsi dan istrinya. Pesawat yang mereka
tumpangi menabrak bukit di Colombo. Mereka hany pulang nama. Ketiga anak mereka
menjadi yatim piatu. Peristiwa ini akhirnya membuat Teto menjadi ayah ketiga
anak Larasati dengan Ibu Antana sebagai nenek mereka.
Komentar
Posting Komentar