Pengantar Kesusastraan
OLENKA
Judul :
Olenka
Pengarang :
Budi Dharma
Penerbit :
Balai Pustaka
Tahun Penerbitan :
1992
Tebal Buku :
232 halaman
SINOPSIS
Novel yang berjudul Olenka karya penulis terkenal
bernama Budi Dharma ini bercerita tentang seseorang yang bernama Fanton Drummond,
tokoh utama sekaligus narator dalam kisah yang bersetting di kota Bloomington,
Amerika Serikat ini. Ia bekerja sebagai sutradara pembuat film iklan dan ia
juga memiliki masa lalu yang kelam. Ia menyandang status yatim piatu sejak kecil
lalu ia diangkat anak oleh sepasang suami istri Drummond. Tetapi itu tidak
lama, sebab kedua orang tua angkatnya itu tewas dalam sebuah kecelakaan lalu
lintas dan ia harus kembali dipelihara oleh negara. Setelah tamat dari bangku
SMA, Fanton bekerja serabutan sebelum akhirnya memperoleh beasiswa untuk
melanjutkan ke universitas. Ia tumbuh menjadi pribadi yang kesepian sehingga
kerap bertingkah aneh, seperti menulis surat untuk dirinya sendiri dengan
berpura-pura surat tersebut ditulis oleh seorang gadis yang ditaksirnya.
Kemudian secara kebetulan, Fanton bertemu dengan
seorang wanita, yang bernama Olenka, yang sempat mencuri perhatiannya.
Pertemuan pertama tersebut menjadi inspirasi bagi Fanton untuk mengusahakan
kembali bisa bertemu Olenka, tetapi ternyata diusahakan dengan sengaja untuk
bertemu, Fanton malah kehilangan jejak Olenka. Memang dia sudah memastikan
bahwa Olenka juga tinggal di apartemen tersebut bersama sang suami bernama
Wayne dan anaknya bernama Steven, namun ia tetap memutuskan untuk melakukan
pertemuan yang dirancang untuk terlihat kebetulan saja. Dan Fanton gagal.
Tetapi secara kebetulan pula, ia malah bisa bertemu dengan Olenka setelah
Olenka juga dengan sengaja mengusahakannya. Singkatnya mereka saling kenal dan
bahkan sampai bisa tidur berdua. Sebetulnya Wayne pun tahu tentang hubungan
terlarang yang dijalin oleh Fanton dan Olenka tapi Wayne merasa cuek saja. Fanton
pun saling kenal dengan Wayne. Dan ada perang terselubung di batin mereka
masing-masing. Sementara hubungan Fanton dengan Olenka pun banyak diwarnai
percakapan-percakapan ‘tingkat tinggi’ namun dibuat santai bahkan seperti asal
saja. Memang hidup Fanton dipenuhi pula oleh pikirannya yang selalu mencoba
menelusup ke jalan pikiran orang lain.
Hingga suatu hari Olenka menghilang. Wayne pun
bersikap santai saja dan Fanton bersikap kalang kabut. Namun dalam situasi itu Fanton
malah jadi sering berhubungan dengan Wayne, bahkan Fanton sempat membantu Wayne
dalam memberi saran pekerjaan, dan Wayne menikmati pula pekerjaan hasil saran Fanton.
Tapi di dalam pikirannya, Fanton teramat sangat memusuhi Wayne begitupun
sebaliknya ia membaca pikiran Wayne terhadap dirinya. Dan ditengah keanehan
sikap antar keduanya ini, ia sempat meninju muka Wayne yang ternyata juga malah
tersenyum saja seperti sudah memperkirakan dan memaklumi tindakan itu yang
membuat Fanton Dummond semakin membenci Wayne dalam pikirannya.
Olenka tiada juga ada kabar, Fanton
mulai melakukan pencarian mengikuti instingnya dari suatu tempat ke tempat lain
dan entah kenapa, tanpa alasan yang jelas, ia hampir berhasil. Ia mendapat
informasi bahwa Olenka berada di Chicago dan berdasarkan pengetahuannya akan
pengalaman Olenka yang memungkinkan ia sedang bergaul dengan seniman-seniman
jalanan di kota tersebut, Fanton ‘menggelinding’ ke sana. Tetapi di Chicago ia
juga tak betul-betul serius merencanakan mekanisme kerja dalam investigasi akan
keberadaan Olenka. Fanton malah sibuk berwisata ria dengan dua perempuan, M.C.
dan M.B., yang secara kebetulan pula dikenalnya. Meski masih dalam
bayang-bayang akan pencarian terhadap Olenka, M.C. mulai mencuri perhatian
Fanton.
Terus dalam bayang-bayang Olenka
dan tanpa pertimbangan yang kuat, Fanton melamar M.C. Tapi sayangnya M.C.
menolak dan ternyata ia harus segera kembali ke rumahnya di Pensylvania. Fanton
balik menggelinding ke Tulip Tree dan di sana telah menunggu surat dari Olenka.
Olenka bercerita banyak namun tak ada jalan untuk sebuah pertemuan. Fanton juga
terkenang terus pada M.C. dan membuatnya terinspirasi untuk membuat lima surat
masturbasi. Ditulis untuk seseorang namun dibalas sendiri. Ditengah pikiran
tentang M.C. itu, Fanton semapat dua kali menerima surat dari Olenka dan dalam
membaca surat tersebut ia seperti sedang bercakap-cakap seperti biasanya dengan
Olenka karena Olenka juga seperti tahu tentang kehidupan Fanton selama ia
tinggalkan. Kemudian, secara kebetulan juga, Fanton mengetahui tentang
kecelakaan pesawat yang menimpa M.C. Tanpa alasan yang jelas ia pergi
mengunjungi M.C. Lalu ia pun tinggal disana. Mengulangi pinangannya, tapi
kemudian Fanton malah pergi, tanpa alasan yang pasti, sebelum perkawinan itu
terjadi.
Sepergi dari tempat nona M.C.
yang telah cacat itu, Fanton berencana kembali ke Tulip Tree, mana tahu ada
surat lagi dari Olenka selama sekian waktu Tulip Tree ditinggalkan, pikirnya.
Namun, secara kebetulan, di sebuah bandara, sebelum sempat pulang kembali, Fanton
membaca sebuah surat kabar yang memberinya informasi tentang keberadaan Olenka
di Washington D.C. Fanton pun memutuskan menggelinding ke sana. Setiba di
Washington, Fanton pun tak menyegerakan diri mencari Olenka, sempat dulu ia
bermain-main ke suatu tempat. Dalam keinginan yang tak begitu kuat untuk
menemui Olenka, yang ia ketahui kemungkinan sedang dirawat di rumah sakit, ia
mendapat informasi dari perawat rumah sakit bahwa Olenka baru saja keluar dari
sana. Fanton tak segera pula
mencari Olenka. Fanton merasa telah menderita. Ia ingin remuk dan hilang
bentuk, seperti burung phoenix yang lebur dulu di udara untuk kemudian kembali
menjelma menjadi sesuatu yang baru.
Dalam novel ini Budi Darma menyajikan sebuah
pertunjukan drama manusia dengan karakter-karakter yang aneh, kemudian yang
hidupnya senantiasa terbentur-bentur dan tidak malu mengakui sisi buruk
dirinya. Sebab bagi Budi Darma, manusia adalah makhluk yang penuh luka, hina
dina, dan sekaligus agung dan anggun. Manusia bukanlah makhluk yang enak. Tokoh-tokoh
dalam Olenka bukanlah para pahlawan. Mereka hanya manusia biasa yang
jujur dan berani berterus terang akan ihwal diri mereka yang sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar