Pengantar Kesusastraan

 DURGA UMAYI

Judul           : Durga Umayi

Pengarang   : Y.B.Mangunwijaya

Cetakan      : ke dua

Penerbit      : Pustaka Utama Grafiti

 

SINOPSIS

 

            Roman yang bisa membuat emosi pria tersulut , karena dalam Durga Umayi pria seakan ditelanjangi dan diperlihatkan kelemahanya.Sungguh berbeda dengan stereotip pria yang gagah dan pemberani , seperti apa yang dikatakan masyarakat selama ini.Pria tak lebih dari makhluk biasa , tak mampu menghidupi makhluk mungil dengan susu yang bernas , tak mampu merasakan indahnya pertaruhan nyawa demi seorang bayi lahir di dunia.Semua kepongahan lelaki seakan berhenti berdetak.Romo Mangun menyuguhkan kehebatan wanita namun tetap menonjolkan sisi feminin mereka.

            Dimulai dengan kisah seorang wanita molek nan ayu bernama Iin Sulinda.Iin sengaja diberi nama sangat panjang pula unik oleh sang pengarang.Jika ditijau dari nama  , Iin blasteran Inggris , Prancis , juga Jawa tulen.Bagaimana tidak, Iin Sulinda Charlotte Proguleux Tukinah Senik , kesemuanya adalah cara pengarang yang ingin mengatakan bahwa karyanya ini mewakili eksistensi wanita di seluruh dunia.Wanita yang terbelenggu oleh pandangan rendah masyarakat kepada dirinya.Iin lahir dari pasangan bernama Obrus dan Halimah.Obrus sendiri adalah mantan kopral KNIL juga mantan tentara Heiho.Halimah adalah penjual gethuk.Pasangan itu juga memiliki anak laki-laki.

Perlakuan mereka terhadap anak lelakinya sangat berbeda dengan cara memperlakukan Iin.Iin hanya diperbolehkan berkutat dengan sumur , dapur , dan kasur.Sedangkan kakaknya laki-laki boleh bermain sesuka hati , bertindak sekehendak dia , bahkan ia menjadikan Iin sebagai pelampiasan kemarahan.Iin yang malang dengan rela menjahit baju kakaknya , memasak , dan rela ditendang sang kakak bila marah.

Durga Umayi juga mengacu pada cerita pewayangan.Memang ada beberapa versi wayang yang berbeda.Salah satunya adalh peristiw pengutukan Uma menjadi Durgakarena kesalahan Batara Guru yang sering jatuh cinta pada banyak wanita.Versi lain menyebutkan bahwa Uma dikutuk karena berselingkuh dengan Dewa Brahma.Terlepas dari semua itu tampaknya,Romo Mangun menginginkan bahwa perlakuan masyarakat terhadap wanita tidak boleh semena-mena.Meski kesalahan dibuat oleh wanita atau sang pria.Bila pria jatuh cinta pada banyak wanita,orang akan menganggap wajar.Itu adalah ekspresi gentle serta pesona pria.Tapi bila wanita yang jstuh cinta pada banyak pria,maka orang akan menyebutkan ’wanita nakal’,tak tahu malu.Apakah malu juga dimiliki pria?Atau hanya wanita yang bertanggung jawab atas ras malu.Ketika seorang wanita terlanjur jatuh dalam seks di luar nikah,pasti masyrakat lebih mencap jelek wanita daripada pria.Dengan alsan simpel’mengapa mau disetubuhi’.Tapi tak pernah orang mendesak pria hingga bertekuk lutut dengan pertanyaan yang seimbang’mengapa kamu bernafsu menyetubuhi’.Alasan apapun dapat dipakai pria yang ’mensahkan’ tindakan ngawurnya.Demikian pula Iin sebagai wanita yang ingin meligitimasi tindakannya dengan alasan ’kelancaran diplomasi’.Tak salah bukan?

Kesimpulan dari semua cerita ini adalah menjunjung harga diri wanita.Menentang paradigma dunia tentang wanita.Bila Sigmund Freud mengatakan bahwa wanita minder karena tak punya alat kelamin seperti pria.Maka Romo Mangun berkata bahwa pria tak percaya diri karena tak punya badan semolek wanita,tak punya air susu yang bernas, juga tak mampu menghidupi bayi dalam kandungan.Bersyukurlah para wanita atas berkat Tuhan ini.       

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi