Sastra Anak
RESUME
Dasar – Dasar Penulisan Cerita Anak
Cerita anak-
anak biasanya menceritakan kehidupan anak- anak dengan segala aspek yang berada
dan mempengaruhi mereka. Rancang bangun cerita harus dilandasi amanat.
Sugiastutik (serba serbi cerita anak) menyebutkan bahwa seorang pengarang
cerita anak harus mempertimbangkan tingkat intelektualitas dan daya imajinasi
anak- anak.
Kekhasan
cerita anak- anak ditandai oleh 3 ciri yaitu :
1.
Unsur
Pantangan
Berhubungan dengan tema dan amanat cerita. Biasanya tema- tema yang
sesuai adalah tema- tema yang menyajikan masalah yang sesuai pula dengan alam
hidup anak- anak. Misalnya cerita tentang kepahlawanan, suka duka pengembaraan,
petualangan, dll.
2.
Gaya Yang
Langsung
Kelangsungan yang dimaksud adalah dalam arti tidak bertele- tele
atau berbelit- belit. Diskripsi yang sesingkat mungkin dan menuju sasaran
langsung. Melalui pengisahan dan alur cerita yang berwujud suasana dan tersaji
tokoh- tokoh yang jelas sifat, peran dan fungsinya dalam cerita.
3.
Fungsi
terapan
Karena buku anak- anak ditulis orang dewasa, maka fungsi itu sering
kali menampung kecenderungan penulisnya untuk menggurui. Orang dewasa pada
umumnya merupakan guru- guru yang penuh pengabdian mengajari anak- anak.
Tujuan
terpenting sastra anak- anak, berdasarkan latar belakang kegunaan cerita atau
bacaan :
1.
Cerita anak merupakan sahabat karib
dalam perkembangan jiwa anak.
2.
Turut mematangkan emosi, pekiran dan
rohani sang anak.
3.
Menanamkan rasa percaya diri sendiri
sebagai anggota masyarakat kecil maupun masyarakat luas.
4.
Menanamkan nilai cinta kasih
terhadap sesama makhluk serta rasa kagum terhadap Tuhan Maha Pencipta.
5.
Menanamkan kesadaran tentang
kebenaran dan keadilan, rasa cinta tanah air dan bangs serta jiwa satria.
6.
Membina kemampuan untuk dapat
mengenal baik dan buruk.
7.
Memantapkan arti dan tujuan hidup
lebih lanjut.
8.
Mendidik kesanggupan sang anak agar
bisa memecahkan masalahnya sendiri dalam hidup pribadinya.
Berdasarkan
dari segi cerita itu sendiri :
1.
Menambah pengetahuan sang anak
tentang hal- hal baru.
2.
Memperkaya pemberandaan bahasa dan
kemampuan menggunakan bahasa yang baik pada diri anak- anak.
3.
Mempertajam kehalusan rasa terhadap
seni sastra dan bacaan yeng tertentu.
4.
Memperkembangkan dan mengarahkan
daya khayal anak kea rah hal- hal yang sehat.
5.
Menolong sang anak mencapai prestasi
atau melakukan tindakan- tindakan yang terpuji.
6.
Alat pemuas jiwa bagi sang anak
untuk bersantai- santai di waktu senggang.
7.
Cerita anak- anak yang bagus dan
bermutu ialah yang isi dan nilainya bersifat universal dan abadi sepanjang
jaman.
Ø Minat dan Faktor Penentu Responsi anak-
anak terhadap bacaan sastra
Seorang anak mempunyai respon atau
tanggapan yang berbeda- beda terhadap sastra. Dalam menanggapi sebuah bacaan sastra
yang didengar atau dibacanya, masing- masing anak mempunyai cara tersendiri
dalam mengungkapkan kesenangan, pikiran, dan perasaan. Setiap tanggapan
terhadap sastra memang bersifat personal dan khas untuk masing- masing anak,
namun demikian setiap tanggapan itu dapat merefleksikan umur dan pengalaman.
Ø Puisi Anak : Karakteristik dan Jenisnya
Menyeleksi puisi anak- anak terutama
untuk bahan ajar merupakan salah satu tugas guru yang tidak mudah. Puisi dapat
diibaratkan nyanyian tanpa notasi, puisi merupakan karya sastra yang paling
imajinatif dan mendalam mengenai alam sekitar dan diri sendiri termasuk
hubungan manusia dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ø Karakteristik Puisi Anak
Istilah puisi anak- anak memiliki
dua pengertian yaitu (1) puisi yang ditulis oleh orang dewasa untuk anak- anak
dan (2) puisi yang ditulis oleh anak- anak untuk konsumsi mereka sendiri. pada
dasarnya puisi anak memiliki karakteristik antara lain :
1.
Bahasanya sederhana,
2.
Bentuknya naratif,
3.
Berisi dimensi kehidupan yang
bermakna dan dekat dengan dunia anak,
4.
Mengandung unsure bahasa yang indah
dengan paduan bunyi pilihan kata dan satuan- satuan makna.
Ø Jenis Puisi untuk Anak- anak
Dalam konteks puisi untuk anak-
anak, huck (1987:407-412) merekomendasikan adanya tujuh tipe / bentuk puisi
untuk anak- anak yaitu :
1.
Balada merupakan puisi naratif yang telah diadaptasikan untuk nyanyian
atau yang memberikan efek terhadap lagu.
2.
Puisi
Naratif merupakan salah satu puisi (anak-anak) yang menceritakan suatu
kejadian khusus atau episode cerita yang panjang.
3.
Liris /
Lyrical merupakan karya sastra yang berisikan curahan perasaan pribadi,
yang mengutamakan lukisan perasaannya.
4.
Limerik merupakan sajak lima baris dengan baris pertama dan keduanya
berimaan (rhyming), baris ketiga dan keempat berisikan persetujuan (agreeing),
dan baris kelima biasanya berisikan pengakhiran (ending).
5.
Haiku merupakan salah satu jenis puisi jepang kuno yang berkembang
sekitar abad ke- 13 masehi.
6.
Sajak
bebas (Free Verse) merupakan sajak bebeas yang tidak
memiliki rima tetapi untuk bentuk puitiknya bergantung pada ritme.
Komentar
Posting Komentar