SECERCAH KATA, SEGORES KALIMAT, SEUNTAI PARAGRAF TENTANG SYUKUR

 

Berapa Nikmat-kah Yang Diberikan Allah Pada Kita……

Sudahkah Anda Bersyukur,,,,,,,,,,,?????    

       Memang mudah kata syukur itu kita ucapkan, kita lontarkan, kita bicarakan, kita diskusikan, bahkan kita buat suatu pelecehan. Tetapi apabila kita lakukan terasa sangat berat, sangat sulit sekali. Tetapi apabila kita sudah membiasakan untuk bersyukur sejak dini, insya Allah mudah untuk kita lakukan dan terasa sudah terbiasa walaupun itu tidak menyenangkan bagi kita, kita masih tetap bersyukur.

            Sebenarnya apa tho yang dimaksud bersyukur itu?, Mengapa kita harus bersyukur ? sudahkah kita bersyukur kepada sang pencipta kita?, yang sudah memberikan kita beribu-ribu kenikmatan mulai dari kenikmatan mata bisa melihat, kenikmatan telinga bisa mendengar, kenikmatan mulut kita bisa bicara dan kenikmatan yang lainnya dan yang terpenting kenikmatan kita bisa bernafas sehingga kita bisa menghiasi hidup ini dengan penuh kenikmatan, dari sekian banyak kenikmatan itulah kita tidak bisa menghitungnya.

            Bersyukur adalah sebuah perbuatan/perilaku yang patut, yang wajib untuk kita lakukan, karena didalam rasa bersyukur itulah kita bisa menghargai, menghormati tentang kebesaran keagungan sang pencipta yang sudah diberikan pada masing-masing kita semua. Memuji, berterima kasih dan merasa berhutang budi kepada Allah atas karunia-Nya, bahagia atas karunia tersebut dan mencintai-Nya dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Bersyukur tidak mudah untuk kita lakukan, karena penilaian yang bisa diberikan bukan dari perbuatan dan perkataan kita saja, tapi Tuhan bisa melihat dalam hati kita yang sesungguhnya. Segala cobaan hidup yang terus mengguncang keadaan kita, membuat kita tidak bisa memberikan rasa syukur yang sepenuhnya.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah: 172).

 “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152)

 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)

 

Dari ketiga penggalan ayat diatas kita bisa mengambil suatu risalah, bahwa bersyukur itu kewajiban kita sebagai seorang muslim. Kita harus mengingat berapakah nikmat yang sudah diberikan Allah pada kita dari itulah kita diseruh Allah untuk bersyukur agar kita selalu ingat siapakah yang sudah memberikan kita kenikmatan

                                                                        ***************

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

 

            Subhanallah, kita sudah diperingatkan oleh Allah SWT bahwa bersyukur itu nanti kembalinya kepada kita, apabila kita mau bersyukur kepada Allah, senantiasa Allah akan menambah kenikmatannya tetapi sebaliknya apabila kita mengingkarinya tunggu saja azab yang sangat pedih bagimu akan menimpa. Oleh sebab itu, hidup yang sebentar ini kita gunakan dengan sebaik mungkin untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya dan kita mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita. Lantas bagaimanakah caranya kita bersyukur kepada Allah itu.

 

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar : 1-2)

            Dari ayat di atas kita bisa mengambil suatu pedoman, bahwa kita bersyukur itu kita melalui perantara, perantara pertama yaitu dengan mendirikan sholat, sepantasnya kita sebagai seorang muslim kita harus mendirikan sholat baik itu sholat wajib maupun sunat dan perantara kedua yaitu berkorban, arti berkorban diatas yaitu apabila kita mempunyai harta yang berlebih alangkah baiknya kita berikan harta itu kepada pihak yang berwenang.

                                                            ********************

 

            “Dan ketika Kami (Allah) memberikan nikmat kepada manusia, ia memalingkan muka dan bersikap angkuh, dan ketika ia ditimpa keburukan ia berputus asa.” (QS. Al Isra’ : 83)

            Sebagai penutup penulis memberikan sedikit ilustrasi atau cerita, dari penggalan ayat diatas. Tentang lika-liku manusia yang ada di dunia ini tentang kenikmatan yang sudah diberikan Allah pada kita.

 

Alkisah, diceritakan mengenai seorang bapak yang pekerjaan sehari-harinya adalah Tukang Becak, dan suatu hari, dia melihat seseorang yang melintas dengan mobil mewah dihadapannya dengan pakaian yang sangat rapi, dan dia adalah salah satu boss dari perusahaan yang ada di negeri kita ini. Kemudian bapak tukang becak ini berkhayal,

“Andai Saya bisa hidup seperti orang yang didalam mobil itu, pasti Hidup ini terasa Sempurna”.

Disaat yang sama, Bapak yang didalam mobil tersebut pun dengan masalah-masalah yang dihadapinya dalam bisnis yang banyak sekali rintangan yang harus dihadapi, diapun melihat pada tukang becak yang sedang santai di kursi becaknya, dan berkata dalam hatinya,

“Andai Saya bisa seperti bapak tukang becak itu, tanpa banyak masalah seperti  yang Saya alami, pasti Saya bisa lebih menikmati hidup ini”

Dari cerita diatas, Kita bisa mengambil hikmah bahwa, manusia hidup tidak pernah merasa puas dengan keadaan yang diterimanya. Sudah bergelimang harta dan kedudukan tinggi, tidak membuat mereka mensyukuri apa yang mereka dapatkan. Begitu juga bila hidup walau tidak berlimpah harta dan kedudukan, tapi memiliki kehidupan yang cukup dan harmonis.

Ada dua hikmah yang bisa kami berikan untuk para pembaca tulisan ini adalah :

  • Bila kita sukses dalam hidup, janganlah lupa untuk Bersyukur, dan
  • Bila kita gagal, harus Bersabar dan jangan selalu melihat keatas,  tapi lihatlah dibawah kita yang masih dan lebih menderita.

Coba renungkan dua nasehat yang kami berikan diatas, apakah Anda sudah bersyukur hari ini ? dan apabila hal tersebut dilakukan, Anda pasti akan merasa lebih baik, bersyukur dan bersabar menerima tantangan hidup ini.

SEKIAN

“Ku tak bisa bicara/bercerita bagaikan setetes air yang menetes diatas air samudra”

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi