Semantik


 ANALISIS MAKNA PADA TANDA

(PETUNJUK JALAN) LALU LINTAS DI INDONESIA


 

 



Nama :

Abdullah Syarofi       (121111132)

 

SASTRA INDONESIA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2013

 


KATA PENGANTAR

 

Bismillahirahmanirrahim.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Semoga sholawat serta salam semoga masih tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman gelap gulita menuju zaman yang penuh dengan maunah dan ketentraman yakni addinul islam.

Makalah ini dapat terselesaikan dengan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh Karena itu, penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian makalah ini.      

  1. Kedua orang tua saya di rumah yang selalu membimbing dan menasehati saya.
  2. Dr. Ni Wayan Sartini, M.Hum selaku dosen pengampuh mata kuliah Semantik yang tak henti-hentinya mengajarkan ilmunya kepada saya.

Makalah ini saya buat dengan tujuan agar bisa menambah wawasan atau ilmu bagi pembaca dan penulis, dan makalah ini saya buat sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Semantik, semoga makalah yang saya buat ini bermanfaat bagi pembaca.

 

Penulis

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah

Masyarakat yang sedang berkembang pada segala bidang kehidupannya seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya, biasanya akan diikuti pula oleh perkembangan bahasanya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengakibatkan perkembangan bahasa. Hal tersebut menunjukkan, makin maju suatu bangsa serta makin modern kehidupannya, makin berkembang pula bahasanya. Perkembangan bahasa harus sejalan dan seiring dengan kemajuan kebudayaan serta peradaban bangsa sebagai pemilik dan pemakai bahasa tersebut (Badudu, 1993).

Sejalan dengan berkembangnya zaman, perkembangan bahasa pun juga ikut berkembang dan mengalami pergeseran-pergeseran makna. Pergeseran makna bahasa memang tidak dapat dihindari. Atas dasar itu, tidak mengherankan dalam beberapa tahun terakhir ini di Negara Indonesia muncul berbagai kata yang memiliki banyak makna baru. Meski demikian makna yang melekat terlebih dahulu tidak serta merta hilang begitu saja. Perubahan makna suatu kata yang terjadi, terkadang hampir tidak disadari oleh pengguna bahasa itu sendiri. Untuk itu perlu bagi kita mengetahui dan memahami ilmu kebahasaan khususnya pada ilmu makna (semantik).

Semantik atau ilmu makna cenderung berkembang sejak tahun 1970-an, meskipun sejak tahun 1825 dan kemudian muncul M. Breal (1897). Di Indonesia semantik mulai berkembang sejak 1980-an. Kemampuan mengolah dan memahami kebahasaan ada pada aspek makna di dalam linguistik. Dalam ilmu makna (semantik) kita akan mempelajari banyak hal di antaranya adalah aspek makna, jenis makna, tipe makna, unsur-unsur dalam semantic, tanda (sign) dan lambang (symbol) dan lain sebagainya.

Pada makalah ini penulis fokus pada analisis unsur semantic yaitu tanda (Sign) dan lambang (Symbol) pada petunjuk jalan di Negara Republik Indonesia.

1.2       Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

1.      Analisis kajian makna pada ilmu makna (semantik) ?

2.      Analisis unsur-unsur semantic pada ilmu makna (semantik) ?

3.      Analisis makna pada tanda (petunjuk jalan) di Indonesia ?

1.3       Manfaat

            1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang kajian makna dalam ilmu semantik

            2. Mahasiswa dapat mengetahui tentang unsur semantik dalam ilmu semantic

            3. Mahasiswa dapat mengetahui makna pada tanda (petunjuk jalan) di Indonesia

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Analisis Kajian Makna

            2.1.1 Pendekatan Makna

            Pendekatan makna yang dikemukakan oleh Wittgenstein adalah tokoh pendekatan makna secara operasional (pendekatan yang dapat menentukan tepatnya makna sebuah kata, di dalam kalimat) dalam bahasa Indonesia. Pendekatan makna menurut Wittgenstein dapat ditinjau melalui beberapa teori yang pertama dengan pendekatan operasioal, penyulihan atau saling menyulih (sinonim mutlak) ini terdapat seperti pada kata lekas dan cepat, karena dan sebab dsb. Makna dapat pula ditinjau dari pendekatan analitik atau refrensial, yakni pendekatan yang mencari esensi makna dengan cara menguraikannya atas unsur-unsur utama. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan operasional, yang mempelajari kata dalam penggunannya, contoh pada kata gadis yang bermakna manusia, dewasa , belum kawin, perempuan dsb. Selanjutnya yaitu pendekatan ekstensional dan intensional. Pendekatan ekstensional adalah pendekatan yang memusatkan perhatian pada penggunaan kata di dalam konteks. Pendekatan intensional adalah pendekatan yang memusatkan pada struktur-struktur konseptual yang berhubugan dengan satuan-satuan utama (Nida, 1975 : 22).

            2.1.2 Aspek Makna

            Aspek makna menurut Palmer (1976) dapat dipertimbangkan dari fungsi, dan dapat dibedakan atas :

1. Sense (pengertian)

Aspek makna pengertian ini dapat dicapai jika antara pembicara/penulis dan kawan bicara/pembaca berbahasa sama. Makna pengertian disebut juga tema, yang melibatkan idea tau pesan yang dimaksud. Di dalam berbicara dalam kehidupan sehari-hari kita mendengar kawan bicara menggunakan kata-kata ynag mengandung idea tau pesan yang dimaksud. Misalnya pada kalimat, hari ini hujan dan hari ini mendung. Jadi pada kalimat ii lawan bicara faham bahwa hari ini mendung dan hari ini juga hujan.

2. Feeling (perasaan)

Aspek makna perasaan berhubungan dengan sikap pembicara dengan situasi pembicaraan. Di dalam sehari-hari kita juga selalu berhubungan dengan perasaan misalnya perasaan sedih, panas, dingin dsb. Pernyataan situasi yang berhubungan dengan aspek makna perasaan tersebut digunakan kata-kata yang sesuai dengan situasinya. Missal pada kalimat turut berduka cita, ikut bersedih. Kata-kata ini muncul ketika pembicara merasakan keadaan yang sedih.

3. Tone (nada)

Aspek makna nada ini melibatkan pembicara untuk memilih kata-kata yang sesuai dengan  keadaan kawan bicara dan pembicara sendiri. Aspek makna nada ini berhubungan pula dengan aspek makna perasaan, bila kita jengkel maka sikap kita akan berlainan dengan perasaan bergembira terhadap kawan bicara. Bila kita jengkel akan memilih aspek makna nada dengan meninggi, belainan dengan aspek makna yang digunakan bila kita memerlukan sesuatu, maka akan beriba-iba dengan nada merata atau merendah.

4. Intension (tujuan)

Aspek makna tujuan ini adalah tujuan atau maksud, baik disadari maupun tidak, akibat usaha dari peningkatan. Apa yang kita ungkapkan di dalam makna aspek tujuan memiliki tujuan tertentu. Aspek makna tujuan ini melibatkan klasifikasi pernyataan yang bersifat : deklaratif, persuasive, imperative, naratif, politis dan paedagogis.

2.2 Analisis Unsur Semantik

            2.2.1 Tanda (Sign) dan Lambang (Symbol)

Teori tanda dikembangkan olehPerre pada abad ke-18 yang dipetegas dengan munculnya buku The Meaning Of Meaning, karanga Ogden dan Richards pada tahun 1923. Dalam perkembangannya, teori tanda kemudian dikenal dengan semiotic, yang di bagi dalam tiga cabang yaitu semantic, sintaktik, dan pragmatic.

Semantic berhubungan dengan tanda-tanda; sintaktik berhubungan dengan gabungan tanda-tanda (susunan tanda-tanda); sedangkan pragmatic berhubungan dengan asal-usul, pemakaian, dan akibat pemakaian tanda-tanda di dalam tingkah laku berbahasa.

Penggolongan tanda dapat dilakukan dengan cara :

1.      Tanda yang ditimbulkan oleh alam, diketahui manusia karena pengalaman, misalnya :

a.       Hari mendung tanda akan hujan.

2.      Tanda yang ditimbulkan oleh binatang, diketahu manusia dari suara binatang tersebut, misalnya :

a.       Anjing menggonggong tanda ada orang masuk halaman.

3.      Tanda yang ditimbulkan oleh manusia, tanda ini dibedakan atas :

a.       Tanda bersifat verbal

Tanda yang bersifat verbal adalah tanda yang di hasilkan oleh manusia melalui alat-alat bicara (organ of speech).

b.      Tanda bersifat nonverbal

Tanda yang noverbal digunakan manusia untuk berkomunikasi, sama halnya denga tanda verbal. Tanda noverbal dapat dibedakan menjadi atas :

-          Tanda yang dihasilkan oleh anggota badan (body gesture) sebagai bahasa isyarat, misalnya :

a.       Acungan jempol bermakna, hebat, bagus, dsb

-          Tanda yang dihasilkan melalui bunyi (suara), misalnya :

a.       Bersiul bermakna gembira, memnggil, ingin kenal, dsb

Lambang atau symbol memiliki hubungan tidak langsung dengan kenyataan. Tanda dalam betuk huruf-huruf disebut lambing atau symbol; apa yang kita dengar dari seseorang yang berfungsi sebagai alat komunikasi disebut lambing atau symbol. Perbedaan tanda dan symbol terletak pada hubungannya dengan kenyataan, tanda menyatakan hubungan langsung dengan kenyataan, sedangan symbol tidak.

Lambang menurut Plato adalah kata di dalam suatu bahasa, sedangkan makna adalah objek yang kita hayati di dunia, berupa rujukan yang di tunuk langsung oleh lambing tersebut. Hubungan lambing dengan bahasa dapat dikatakan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang terdiri atas tanda dan lambing. Lambing-lambang (symbol-simbol) ini memiliki expressions and contents atau signifier dan signified. Sepert yang dikemukakan oleh linguis swiis yaitu tentang tanda (Sign) oleh Ferdinand de Saussure (1916) yaitu Signe terbagi menjadi dua yaitu signifiant (signifier) “yang menandai” (citra bunyi) misalnya pada kata pohon-[p o h o n] sedangkan signifie (signified) “yang ditandai” (pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran) contohnya ketika sesorang mengatakan pohon pasti yang terbayang dalam fikiran kita yaitu tumbuhan yang ada daun, tangkai dsb.

Perlu diketahui juga bahwa hubungan antara signifiant dan signifie bersifat arbitrer atau mana suka, suka-suka atau sembarang saja. Dengan kata lain. Tanda bahasa (signe linguistic atau signe) bersifat arbitrer. Pengertian pohon tidak ada hubungannya dengan urutan bunyi t-a-n-g-k-a-i di dalam bahasa Sunda atau w-i-t di dalam bahasa Jawa. Signifient bersifat linier, unsur-unsurnya membentu satu rangkaian (unsur yang satu mengikuti unsur lainnya).

2.3 Analisis Makna Pada Tanda Lalu Lintas

            Jika kita melewati suatu jalan raya, entah itu tujuannya untuk ke sekolah, kantor, pasar, atau tempat lainnya, tentu kita sering melihat adanya rambu-rambu lalu lintas di kedua sisi jalan tersebut. Menurut Wikipedia, rambu lalu lintas adalah salah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Agar rambu dapat terlihat baik siang ataupun malam atau pada waktu hujan maka bahan harus terbuat dari material yang reflektif (memantulkan cahaya). Rambu lalu lintas dibuat untuk kenyamanan para pengguna jalan, sudah seharusnya kita mematuhi rambu-rambu tersebut baik ada petugas maupun tidak ada petugas.

 

1. Rambu Peringatan

Rambu ini berisi peringatan bagi para pengguna jalan bahwa di depan ada kemungkinan bahaya atau tempat berbahaya. Rambu ini didesain dengan dasar berwarna kuning dengan lambang atau tulisan berwarna hitam.

Rambu Peringatan

            Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

1.      Makna pada gambar no 1.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan ke kiri.

2.      Makna pada gambar no 1.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan ke kanan.

3.      Makna pada gambar no 1.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan tajam ke kiri.

4.      Makna pada gambar no 1.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan tajam ke kanan.

5.      Makna pada gambar no 1.e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan ganda yaitu tikungan pertama ke kiri terus ke kanan.

6.      Makna pada gambar no 1.f adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan ganda yaitu tikungan pertama ke kanan terus ke kiri.

7.      Makna pada gambar no 1.g adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan banyak atau urutan beberapa tikungan yang pertama ke kiri dan seterusnya.

8.      Makna pada gambar no 1.h adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada belokan atau tikungan banyak atau urutan beberapa tikungan yang pertama ke kanan dan seterusnya.

9.      Makna pada gambar no 1.i adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada arah tikungan ke kiri

10.  Makna pada gambar no 1.j adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada arah tikungan ke kanan.

11.  Makna pada gambar no 2.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada jalan yang menurun (turunan) biasanya di jalan pegunungan.

12.  Makna pada gambar no 2.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada jalan yang menurun curam (turunan curam) biasanya di jalan pegunungan.

Rambu Peringatan

            Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

1.      Makna pada gambar no 2.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada ada jalan yang naik (naik) biasanya di jalan pegunungan.

2.      Makna pada gambar no 2.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada ada jalan yang naik yang terjal (naik terjal) biasanya di jalan pegunungan.

3.      Makna pada gambar no 2.e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada ada jalan yang naik (naik) biasanya di jalan pegunungan.

4.      Makna pada gambar no 3.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada penyempitan dari kira dan kanan jalan.

5.      Makna pada gambar no 3.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada ada penyempitan di kiri jalan

6.      Makna pada gambar no 3.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada ada penyempitan di kanan jalan

7.      Rambu PeringatanMakna pada gambar no 3.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada ada jembata atau penyempitan jalan di jembatan.

Rambu Peringatan

            Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

1.      Makna pada gambar no 19.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan empat.

2.      Makna pada gambar no 19.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga sisi kiri.

3.      Makna pada gambar no 19.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga sisi kanan.

4.      Makna pada gambar no 19.d dan e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan serong kiri.

5.      Makna pada gambar no 19. f dan g adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada  persimpangan serong kanan.

6.      Makna pada gambar no 19.h adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga yang berbentuk huruf T.

7.      Makna pada gambar no 19.i adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga yang berbentuk huruf Y.

8.      Makna pada gambar no 19.j adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan ganda ke kiri dan ke kanan.

9.      Makna pada gambar no 19.k adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan anda ke kanan dan ke kiri.

10.  Makna pada gambar no 19.l adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga ganda kiri.

11.  Makna pada gambar no 19.m adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga ganda kanan.

12.  Makna pada gambar no 20.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga dengan prioritas.

13.  Makna pada gambar no 20.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada persimpangan tiga sisi kiri dengan prioritas.

14.  Makna pada gambar no 15 adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada lampu pengatur lalu lintas.

15.  Makna pada gambar no 18.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada jalan lalu lintas dua arah

2. Rambu Larangan

Rambu ini berisi larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna jalan. Rambu ini dirancang dengan latar putih dan warna lambang atau tulisan merah atau hitam.

Rambu Larangan

Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

  1. Makna pada gambar no 2.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi semua kendaraan yang bermotor maupun kendaraan yang tidak bermotor dari kedua arah.
  2. Makna pada gambar no 2.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi semua kendaraan maupun kendaraan tidak bermotor.
  3. Makna pada gambar no 3.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih
  4. Makna pada gambar no 3.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan bermotor roda tiga.
  5. Makna pada gambar no 3.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan bermotor roda dua.
  6. Makna pada gambar no 3.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan dilarang masuk bagi kendaraan bermotor.

Rambu Larangan

Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

1.      Makna pada gambar no 3.e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan bus dilarang masuk.

2.      Makna pada gambar no 3.f adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan mobil barang dilarang masuk.

3.      Makna pada gambar no 3.g adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan bermotor dengan kereta gandeng di larang masuk.

4.      Makna pada gambar no 3.h adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan bermotor dengan kereta tempel di larang masuk.

5.      Makna pada gambar no 3.i adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan bermotor khusus seperti penggilas jalan, traktor dsb di larang masuk.

6.      Makna pada gambar no 3.j adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan delman dan sejenisnya dilarang masuk.

7.      Makna pada gambar no 3.k adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan gerobak dan sejenisnya dilarang masuk.

8.      Makna pada gambar no 3.l adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan gerobak dorong dan sejenisnya dilarang masuk.

9.      Makna pada gambar no 3.m adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan gerobak dan dokar dilarang masuk.

10.  Makna pada gambar no 3.n adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan yang tidak bermotor dilarang masuk.

11.  Makna pada gambar no 3.o adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan sepeda dilarang masuk.

12.  Makna pada gambar no 3.p adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan becak dilarang masuk.

13.  Makna pada gambar no 3.q adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa kendaraan sepeda dan becak dilarang masuk.

14.  Makna pada gambar no 3.r adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pejalan kaki dilarang masuk.

15.  Makna pada gambar no 4.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguan jalan di larang berhenti sampai jarak 15m dari tempat pemasangan rambu menurut arah lalu lintas kecuali dinyatakan lain dengan papan tambahan.

Rambu Larangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

1.      Makna pada gambar no 4.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang parkir sampai jarak 15 dari tempat pemasangan ramu menurut arah lalu lintas kecuali dinyatakan lain dengan papan tambahan.

2.      Makna pada gambar no 5.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang belok ke kiri bagi endaraan bermotor maupun tidak bermotor untuk masuk jalan simpangan berpindah jalur yang searah lalu lintas.

3.      Makna pada gambar no 5.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang belok ke kanan bagi endaraan bermotor maupun tidak bermotor untuk masuk jalan simpangan berpindah jalur yang searah lalu lintas.

4.      Makna pada gambar no 5.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang putar balik bagi kendaraan bermotor maupun tidak bermotor.

5.      Makna pada gambar no 6 adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang mendahului kendaraan yang di depan.

6.      Makna pada gambar no 7 adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang menggunakan isyarat suara.

7.      Makna pada gambar no 8.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan bermotor dengan panjang lebih dari …m.

8.      Makna pada gambar no 8.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan bermotor dengan lebar lebih dari …m.

9.      Makna pada gambar no 8.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan bermotor dengan tinggi lebih dari …m.

10.  Makna pada gambar no 8.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan yang tidak bermotor dengan panjang lebih dari …m.

11.  Makna pada gambar no 8.e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan dengan keseluruhan berat termasuk muatanya lebih dari 5 ton.

12.  Makna pada gambar no 8.f adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa pengguna jalan di larang masuk bagi kendaraan dengan muatan sumbu lebih dari 8 ton.

 


3. Rambu Perintah

Merupakan rambu yang berisi perintah yang wajib dilakukan oleh pengguna jalan. Rambu perintah ini didesain dengan bentuk bundar berwarna biru dengan lambang berwarna putih dan merah untuk garis serong sebagai batas akhir perintah.

Rambu Perintah

Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

  1. Makna pada gambar no 1.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti arah ke kiri.
  2. Makna pada gambar no 1.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti arah ke kanan.
  3. Makna pada gambar no 1.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti arah yang di tunjuk.
  4. Makna pada gambar no 1.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti arah yang di tunjuk.
  5. Makna pada gambar no 1.e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk berjalan lurus ke depan.
  6. Makna pada gambar no 1.f adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti arah yang ditentukan pada bundaran.
  7. Makna pada gambar no 2.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti salah satu arah yang ditunjuk.
  8. Makna pada gambar no 2.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti salah satu arah yang ditunjuk.
  9. Makna pada gambar no 3.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti lajur atau jalan yang wajib dilewati.
  10. Makna pada gambar no 3.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti lajur atau jalan yang wajib dilewati.
  11. Makna pada gambar no 3.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk mengikuti salah satu arah yang di tunjuk.
  12. Makna pada gambar no 4.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan wajib untuk pengguna jalan kaki.

 


4. Rambu Petunjuk

Merupakan rambu-rambu yang menunjukkan sesuatu.

Rambu Petunjuk

Rambu Petunjuk

Analisis makna pada gambar lalu lintas di atas adalah :

  1. Makna pada gambar no 7 adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita mendapat prioritas atas lalu lintas dari depan.
  2. Makna pada gambar no 8 adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada tempat parkir.
  3. Makna pada gambar no 9.a adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada rumah sakit.
  4. Makna pada gambar no 9.b adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada balai pertolongan pertama.
  5. Makna pada gambar no 9.c adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada bengkel perbaikan kendaraan.
  6. Makna pada gambar no 9.d adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada telepon umum.
  7. Makna pada gambar no 9.e adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada pompa bahan bakar.
  8. Makna pada gambar no 9.f adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada hotel.
  9. Makna pada gambar no 9.g adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada rumah makan.
  10. Makna pada gambar no 9.h adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada kedai kopi.
  11. Makna pada gambar no 9.i adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada tempat wisata.
  12. Makna pada gambar no 9.j adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada tempat berjalan kaki.
  13. Makna pada gambar no 9.k adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada tempat berkemah.
  14. Makna pada gambar no 9.l adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada kereta kemah.
  15. Makna pada gambar no 9.m adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada tempat berkemah dan tempat kereta kemah.
  16. Makna pada gambar no 9.n adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada pesanggrahan pemuda.
  17. Makna pada gambar no 9.p adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada masjid.
  18. Makna pada gambar no 9.q adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada gereja.
  19. Makna pada gambar no 9.r adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada pura.
  20. Makna pada gambar no 9.s adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada vihara.
  21. Makna pada gambar no 9.t adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada museum.
  22. Makna pada gambar no 9.u adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada stadion (lapangan terbuka).
  23. Makna pada gambar no 9.v adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada lapangan gantole.
  24. Makna pada gambar no 9.w adalah menunjukkan kepada kita sebagai pengguna jalan bahwa jalan di depan kita ada gedung.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

   Bahasa (linguistic) merupakan alat komunikasi manusia yang tidak terlepas dari arti atau makna pada setiap perkataan yang diucapkan. Semantik merupakan salah satu cabang ilmu yang dipelajari dalam studi linguistik. Semantic adalah ilmu yang mempelajari suatu makna pada bahasa tersebut. Dalam ilmu makna (semantik) kita akan mempelajari banyak hal di antaranya adalah aspek makna, tanda dan lambang dsb.

Dalam mempelajari aspek makna kita tahu bahwa aspek suatu makna itu di dapat melalui sense (pengertian), feeling (perasaan), tone (nada), dan intension (tujuan). Di dalam  semantic kita juga bisa mempelajari tentang tanda (sign) dan lambang (symbol) di antaranya tanda yang ditimbulkan oleh alam yang diketahui manusia karena pengalaman, tanda yang ditimbulkan oleh binatang yang  diketahui manusia dari suara binatang tersebut, tanda yang ditimbulkan oleh manusia, tanda ini menjadi dua yaitu tanda bersifat verbal dan tanda bersifat nonverbal, tanda bersifat nonverbal di bagi lagi menjadi dua yaitu tanda yang dihasilkan oleh anggota badan (body gesture) sebagai bahasa isyarat, tanda yang dihasilkan melalui bunyi (suara).

Pada tanda (petunjuk jalan) lalu lintas di indonesia yang sering kita dapati di pinggir-pinggir jalan ternyata menyimpan banyak makna ketika di analisis dalam ilmu makna (semantic), setiap tanda yang terpasang di pinggir jalan-jalan pasti mempunyai makna tersendiri.

 

 

           

 

 

 

               

DAFTAR PUSTAKA

 

Djajasudarma, Fatimah, “Sematik 2 : Pembahasan Ilmu Makna ”, Penerbit, PT

Refika Aditama,  Bandung, 1993

Aminuddin, “Semantik : Pengantar Studi Tentang Makna” Penerbit, Sinar Baru,

Bandung, 1988

Djajasudarma, Fatimah, “Sematik 1 : Makna Leksikal dan Gramatikal”, Penerbit,

PT Refika Aditama,  Bandung, 1993

            Parera, J D, “Teori Semantik”, Penerbit, Erlangga, Jakarta, 2004

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi