Semiotika
Tinjauan Visual dalam Iklan
Televisi Richeese Nabati versi “for
the world”
Oleh:
ABDULLAH SYAROFI 121111132
Saat
ini berbagai macam iklan yang dihadirkan di televisi. Mulai dari iklan rokok,
iklan layanan konsumen, iklan politik, iklan produk makanan, dan sebagainya.
Iklan merupakan alat untuk berkomunikasi antara produsen dan konsumen.Sebagai
alat berkomunikasi, iklan dapat memaparkan uraian tentang suatu produk dengan
tujuan dan sasaran masing-masing. Periklanan merupakan suatu usaha untuk
mempengaruhi kelompok atau masyarakat terhadap produk tertentu dengan
menonjolkan kelebihannya untuk proyeksi jangka panjang (Tinarbuko, 2009: 3).
Iklan
diciptakan semenarik mungkin agar konsumen dapat tertarik padaproduk yang diiklankan
dan untuk memberikan informasi mengenai produk tersebut. Dari informasi yang
diberikan, maka konsumen dapat menilai dan mengenal karakteristik suatu produk,
sehingga dapat digunakan sebagai pembanding dengan produk lain yang sejenis.
Dalam sebuah iklan dibutuhkan unsur
yang dapat terlihat (visual) dan terdengar (audio) menarik, seperti produk yang
sudah dirancang sedemikian rupa agar terlihat menarik, tulisan yang sesuai
dengan tema agar tidak memberikan kesan yang salah terhadap iklan itu sendiri.
Model yang menawan agar terlihat menarik ketika mengiklankan produk, musik yang
sesuai agar menambah perhatian konsumen dan warna yang sesuai dengan tema.
Tetapi khusus unsur musik hanya terdapat pada iklan televisi dan iklan radio
saja. Unsur-unsur dalam iklan dikenal dengan unsur kreatif dalam iklan. Unsur
kreatif merupakan daya tarik sebuah iklan. Konsep iklan yang baik terdapat ide
kreatif, gagasan membuat pesan menjadi berbeda, merebut perhatian, dan mudah
diingat (Lee & Johnson, 2007: 170). Konsep kreatif harus menjadi sarana
bagi konsumen untuk mengingat produk yang diiklankan. Dalam hal ini tidak harus
seluruh unsur kreatif dapat diingat oleh target pasarnya dengan baik. Dengan
kata lain hanya bagian tertentu saja dalam sebuah iklan yang diupayakan dapat
diingat oleh konsumen dengan baik, sehingga dapat timbul sebuah kepercayaan
konsumen terhadap produk tersebut dan selanjutnya membuat konsumen merasa
tertarik untuk membeli.
Dalam iklan di televisi pengaruh
visualisasi terhadap pesan yang disampaikan menjadi hal yang sangat penting.
Visualisasi pada iklan televis diharapkan menjadi sarana komunikasi yang baik antara produsen dan target pasarnya Iklan
televisi Richeese Nabati versi “Richeese for The World” menarik
untuk diteliti karena memiliki visualisasi yang menarik. Perpaduan antara model
iklan nyata dan model iklan 3D dan alur cerita yang mudah dimengerti menjadi
daya tarik tersendiri untuk diteliti jika dibandingkan dengan iklan televisi
produk makanan ringan lain.
Analisis Iklan Televisi
Richeese Nabati versi “Richeese for The World”
Peranan unsur visual, simbol, ikon, dan
indeks dalam iklan Richeese Nabati versi “For The World”. Iklan
disajikan dengan alur cerita yang menarik dengan mengutamakan unsur
visual dibandingkan dengan unsur tulisan. Dengan alur cerita yang sederhana dan
menarik, warna yang sesuai, dan tata letak yang baik diharapkan dapat
dipahami oleh konsumennya sehingga dapat memberikan sugesti agar target
pasar mengkonsumsi Richeese Nabati.
Dalam iklan scene pertama yang
dimunculkan merupakan tokoh 3D, yaitu terdapat 5orang dan 1orang besar yaitu
seperti koki, atau seperti gambar yang ada pada kemasan Richeese, sang koki
yang sedang memegang buku yang bertuliskan ‘Richeese
for The World”. ketika dibuka Negara yang pertama kali muncul adalah Negara
Indonesia, terdapat dua orang anak laki dan perempuan sedang makan richeese dengan lokasi seperti berada di
taman bermain, dan terdapat latarbelakang candi Borobudur dengan backsound ‘kusuka richeese’ dalam bahasa Indonesia, lalu
berpindah ke Negara selanjutnya, yaitu china. Dalam iklan terdapat satu anak
laki-laki sedang naik bianglala sambil
memakan richeese, dan terdapat
bendera Negara china yang menjadi latarbelakang, lalu berpindah ke Negara
ketiga yaitu Malaysia yang dengan langsung menghadirkan petronas dan dengan
tiga orang anak yang sedang bermain diudara sambil memakan richeese, sambil
diiringi backsound ‘kusuka richeese (dalam bahasa Malaysia), lalu berpindah ke
Negara Filipina dengan objek anak-anak sambil memakan richeese sambil berbicara
Negara setempat dengan artian ‘kusuka richeese’, lalu beralih ke Negara
selanjutnya, yaitu Negara Vietnam dengan latar tempat bermain, lalu terdapat
anak-anak sambil memakan richeese sama seperti dengan Negara-negara sebelumnya.
Lalu kamera berpindah dengan memberikan detail gambar wafer richeese saat
dilumuri oleh keju, lalu berpindahh lagi dengan tokoh 3d seorang koki berserta
karyawannya sedang berjalan di bola dunia, sambil terdapat bendera-bendera
Negara, dengan backsound ‘we love
richeese forever’.
Simbol, Ikon, Indeks
dalam Iklan Televisi Richeese Nabati versi “Richeese for The World”
- Simbol:
Bendera merah “Richeese” dijadikan sebuah simbol sebagai penanda bahwa scene yang terdapat dalam iklan yang
berlatarkan tempat “Richeese Land” tersebut juga terdapat pada iklan-iklan
sebelumnya.
-
Ikon: Ikon yang ada pada iklan “Richeese” yang
juga terdapat dalam kemasannya adalah seorang koki. Seorang koki
dijadikan ikon dalam iklan ini karena seperti yang telah diketahui bahwa koki
merupakan juru masak yang dapat menyajikan berbagai masakan yang enak dan
lezat. Ikon koki ini kemudian dijadikan ikon dari “Richeese” agar masyarakat
tahu bahwa “Richeese” merupakan snack
wafer yang memiliki cita rasa yang enak dan lezat.
-
Indeks: Dalam iklan Richeese Versi The World banyak menampilkan tempat-tempat
yang menjadi ikon suatu negara seperti Candi Borobudur yang menjadi ikon dari
Indonesia, dan bahasa dalam iklan tersebut menggunakan Bahasa Indonesia lalu
terdapat bendera Negara Indonesia yang lebih meyakinkan penonton bahwa tempat
itu berada di Indonesia, lalu ada juga pada Negara Malaysia yang menjadi Ikon
Negara tersebut ialah Twins Tower Petronas, dengan menggunakan bahasa Malaysia
dengan mengucapkan ‘kite suke Richees’ (dalam bahasa Malaysia), Filipina,serta
Vietnam.
Unsur Visual dalam
Iklan Televisi Richeese Nabati versi “Richeese for The World”

Scene Pertama
Pada
scene ini terlihat koki sebagai ikon
dalam produk ini sedang menunjukkan peta yang bertuliskan “richeese for the
world” kesan yang tersirat dalam scene ini adalah bahwa koki sedang menunjukkan
kepada konsumen bahwasannya wafer richeese saat ini sudah mendunia. Dalam scene
ini terdapat unsure visual:
·
Unsur
Movement (unsur gerakan/kamera): Pengambilan
gambar menggunakan Close-up (CU). Dalam penggambilan gambar ini
memfokuskan pada buku atau peta yang bertuliskan “richeese for the world”.
Pengambilan gambar seperti ini ingin menunjukkan bahwa richeese saat ini sudah
mendunia tidak hanya ada di indoneisa saja, tetapi di Negara-negara asia
sekarang sudah ada.
·
Unsur
Picture (unsur gambar): animasi koki dalam
iklan ini sebagai awalan, sang koki yang sedang membawa buku, lalu diikuti oleh
karyawan-karyawannya, lalu gambar difokuskan pada buku itu, dan ketika buku itu
dibuka terdapat beberapa dunia dan anak-anak sebagai objek sedang memakan
richeese. Dengan pengammbilan gambar seperti itu bahwa richeese saat ini sedang
mendunia, dan juga konsumen yang suka memakan richeese adalah anak-anak,
disamping itu terdapat wahana-wahana permainan yang sangat disukai anak-anak,
maka dengan seperti itu target pasar disasarkan untuk anak-anak.
Scene Kedua

Pada
scene ini menampilkan Negara
Indonesia, sebagai Negara pertama yang mucul saat animasi koki membuka buku
‘richese for the world, terdapat dua orang anak-anak laki dan perempuan sedang
memakan richeese nabati yang terdapat di taman bermain serta candi Borobudur sebagai
ikon Negara Indonesia. Dalam scene
ini terdapat konsep visual:
·
Unsur movement (unsur
gerakan/kamera) : Sudut pengambilan gambar berada pada kejauhan sehingga dapat
memperlihatkan wahana bermain yang terdapat di negara Indonesia, dan juga
terlihat jelas Candi Borobudur sebagai ikon Negara Indonesia. Pengambilan
gambar seperti ini disebut long shot (LS). Dengan pengambilan gambar long
shot diharapkan dapat memberikan gambaran kepada konsumen bahwa wafer
richeese nabati ini sangat digemari oleh anak-anak, dan juga bahan utama wafer
ini adalah keju, lalu disini juga menjelaskan bahwa richeese merupakan produksi
dari Indonesia, dengan itu negara Indonesia diletakkan dibagian utama, dengan
memberikan candi borobbudur sebagai ikon Negara Indonesia.
·
Unsur picture (unsur
gambar) : negara indonesia yang ditampilkan dilembar pertama saat animasi koki
membuka peta tersebut, dan juga terdapat anak-anak yang sedang berlari, ada
juga dua orang anak laki-laki dan perempuan yang di close up sambil memakan richeese. Disini terdapat informasi
bahwasannya pabri richeese terdapat di Negara Indonesia, dan di produksi
pertama kali di Indonesia, lalu richeese nabati ini sangat digemari oleh
anak-anak, dengan ekspresi wajah yang sangat gembira menggambarkan mereka
sangat suka makan richeese sambil bermain.
·
Unsure color (unsur warna): Warna utama yang
mengisi scene ini adalah warna alam dan warna jingga yang tidak mencolok. Warna
alam dan warna pastel memberikan makna energi, keseimbangan, kelembutan yang
diwakili oleh warna jingga. Membangkitkan ketenangan, selaras, cerah diwakili
oleh warna hijau, coklat, dan kuning. Penggunaan warna yang lembut memberikan
kesan tenang dan ceria. Scene ini merupakan bagian dari menarik
perhatian para konsumen.
Scene ketiga

Scene ketiga
menampilkan anak laki-laki sedang menikmati produk richeese nabati dengan ekspresi wajah puas akan rasa yang disuguhkan oleh richeese nabati, anak
laki-laki tersebut menikmati sambil bermain wahana. Dalam scene ini terdapat
unsure visual sebagai berikut:
·
Unsur movement (gerakan/kamera): dalam scene
pengambilan gambar close up terjadi ketika anak laki-laki ini sedang memakan
produk richeese nabati sambil menikmati wahana permainan. Pengambilan gambar
seperti ini memberikan kesan fokus kepada satu titik dengan latar belakang yang
disamarkan. Selain itu agar unsur visual pada scene ini dapa dimengerti
oleh pada penonton.
·
Unsur picture (unsur gambar): Pada sudut kanan
atas terdapat logo perusahaan PT. Kaldu Sari Nabati. Hal tersebut mempertegas
keberadaan perusahaan dan benak target pasar dan juga sebagai langkah untuk
memperkenalkan perusahaan. Kesan yang ingin disampaikan melalui scene ini adalah perasaan puas ketika telah
mengkonsumsi produk ini. Kesan ini divisualisasikan dengan ekspresi wajah sang
laki-laki yang menikmati produk tersebut dengan wajah yang riang gembira.
Ekspresi tersebut menggambarkan bahwa Richeese Nabati begitu lezat,
gurih, dan renyah sehingga mengugah selera para penonton dan membujuk mereka
untuk membeli, mengkonsumsi Richeese Nabati.
·
Unsur color (unsur
warna) : Warna yang mendominasi scene ini adalah warna orange atau
jingga. Jingga merupakan warna dari produk Richeese Nabati yang
memberikan kesan kehangatan.Penggunaan warna yang lembut memberikan kesan
tenang dan ceria.
Scene keempat

Dalam scene keemepat visual yang
dihaslkan hampir sama dengan scene ketiga, hanya ada beberapa saja yang
berbeda. Misalnya sebagai berikut:
·
Unsur movement (gerakan/kamera): dalam scene
pengambilan gambar pada kejahuan
sehingga Nampak pemandangan belakang, ketika ketiga anak-anak sedang bermain
diatas udara sambil menikmati richeese.
·
Unsur picture (unsur gambar): dalam unsur ini
melihatkan keadaan udara yang segar yang terdapat dinegara Malaysia, ketika
anak-anak sedang menikmati richeese diudara, ekspresi muka ketiga anak itu
sangat ceria sambil menikmati produk ini. Pesan yang disampaikan bahwa produk
ini dapat dimakan dimana saja ketika bermain diatas udarapun ketiga anak kecil
ini dapat menikmatinya.
·
Unsur color (unsur
warna) : Warna yang mendominasi scene ini adalah warna orange atau
jingga. Jingga merupakan warna dari produk Richeese Nabati yang
memberikan kesan kehangatan.Penggunaan warna yang lembut memberikan kesan
tenang dan ceria.
Pada scene kelima dan keenam
hampir sama dengan scene ketiga dan keempat,
hanya saja yang membedakan lokasi Negara serta aktor yang terdapat pada tiap
Negara.


Scene ketujuh

Pada scene ini menunjukkan bahwa
produk richeese nabati dilapisi dengan keju asli, yang memfokuskan pada tuangan
keju dengam latar belakang taman bermain. Dalam scene ketujuh konsep visualnya:
·
Unsur movement (unsur
gerakan/kamera) : pengambilan gambar menggunakan close-up (CU).
Pengambilan gambar secara close-up menekankan bahwa krim keju yang
melapisi wafer tersebut dalam jumlah yang banyak. Krim keju yang seperti
dituangkan dan membentuk susunan yang bertumpuk. Dengan visual
tersebutmemberikan sugesti kepada konsumen bahwa krim keju tersebut lembut dan
kental sehingga membangkitkan selera makan para konsumen. Selain itu agar unsur
visual pada scene ini dapat
dimengerti oleh konsumen.
·
Unsur picture (unsur
gambar) : Kemampuan yang menggerakan keinginan konsumen untuk menikmati Richeese
Nabati. Scene ini memperlihatkan bagaimana krim keju yang gurih
melapisi wafer yang renyah sehingga membangkitkan selera target pasar untuk
menikmati Richeese Nabati. Pada sudut kanan atas terdapat logo
perusahaan PT. Kaldu Sari Nabati. Hal tersebut mempertegas keberadaan
perusahaan dan benak target pasar dan juga sebagai langkah untuk memperkenalkan
perusahaan.
·
Unsur color (unsur
warna) : Warna orange atau jingga mendominasi. Warna tersebut memberikan
kesan hangat. Penggunaan warna yang lembut memberikan kesan tenang dan ceria.
·
Unsur seen words (unsur
kalimat yang tampak) : Pada scene kelima ini berhubungan dengan rasa
percaya akan penggunaan produk yang dibangun dengan visual kata-kata yang
merupakan sebuah keterangan kandungan gizi dalam krim keju.
Scene kedelapan

Pada
scene ini menampilkan animasi 3D dari koki serta para karyawan-karyawannya,
latar tempat yang digunakan merupakan bola dunia, dan terdapat bendera-bendera
Negara. Unsur visual yang dihadirkan dalam scene ini sebagai berikut:
·
Unsur movement (unsur
gerakan/kamera) : sudut pengambilan gambar pada kejauhan sehingga dapat
menampilkan 3d koki beserta karyawannya yang sedang berjalan mengelilingi bola
dunia. Pengambilan gambar seperti ini agar meyakinkan penonton bahwa produk ini
telah menjelajahi dunia.
·
Unsur picture (unsur
gambar): dalam scene ini lebih memperjelaskan lagi dengan memunculkan lagi sang
koki dan para karyawan yang tadinya mereka tampil diawal, dan saat ini mereka
tampil diakhir untuk menjelaskan sekali lagi bahwa target pasar produk ini
sudah mendunia, kenegara-negara yang lebih meluas lagi dan target pasar pada
anak-anak.
·
Unsur color (unsur
warna) : Warna yang mendominasi scene ini adalah warna hijau dan putih.
Warna tersebut memberikan kesan keselarasan, ketenangan. Penggunaan warna yang
lembut memberikan kesan tenang dan ceria.
Simpulan
Peran visual dalam sebuah iklan
televisi merupakan hal yang sangat penting. Pesan yang akan disampaikan
produsen pada konsumen tidak akan dipahami apabila tidak disertai objek visual.
Iklan televise Richeese Nabati versi “Richeese for the world”
merupakan iklan yang dapat menyampaikan pesannya dengan tepat karena dikemas
secara menarik dengan unsur-unsur visual yang sesuai dengan selera target
pasarnya. Unsur visual pada iklan Richeese Nabati dapat menyampaikan
pesan komunikasi visualnya dengan menggunakan daya tarik emosional melalui daya
tarik fantasi, tetapi tanpa audio iklan televisi menjadi kurang menarik. Dalam
hal ini unsur audio juga sangat berpengaruh terhadap iklan televisi Richeese
Nabati.
Dalam
iklan ini target sasarannya merupakan anak-anak dengan begitu banyak wahana
permainan sebagai latar tempat disetiap Negara, dan juga rasa keju yang
dihasilkan merupakan sangat digemari pada anak-anak kecil, sehingga produk ini
memberikan target pasar pada anak-anak,
dan juga Negara-negara yang dimunculkan pada peta ‘richeese for the world’
hanya saja Negara-negara asia yang hanya terdiri dari 5negara saja, tetapi pada
scene akhir terdapat banyak bendera Negara yang dapat disimpulkan bahwa produk
ini akan menjelajahi Negara-negara selanjutnya yang lebih meluas target
pasarnya.
Daftar Pustaka
Sobur, Alex. 2012. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing.Bandung:Rosda
Amir Piliang, Yasraf. 20013. Semiotika
Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra
Komentar
Posting Komentar