Semiotika

 

Analisis Iklan Richeese Nabati versi “For The World” Di Televisi Dalam Pendekatan Semiotika Roland Barthes

Abdullah Syarofi – NIM 121111132

Prolog

            Salah satu media massa yang saat ini paling populer di tengah masyarakat dan memilki pengaruh yang besar dibandingkan media massa lainnya adalah televisi. Televisi telah lama menjadi bagian hidup yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Secara perlahan namun pasti, televisi mulai menggeser pranata keluarga dan masyarakat, terutama dalam membidik anak. Dalam kamus KBBI televisi adalah pesawat sistem penyiaran gambar objek yang bergerak dengan bunyi suara melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya gambar dan bunyi menjadi gelombang listrik dan mengubahnya menjadi cahaya yang dapat dilihat dan bunyinya dapat didengar, digunakan untuk penyiaran, petunjuk, berita, dan sebagainya.

Kemampuan televisi dalam menampilkan gambar hidup bergerak dan suara untuk mendalami kekuatan gambar, dianggap paling berpengaruh mendalam dibandingkan dengan kekuatan media massa lainya, seperti surat kabar dan radio. Dengan menyajikan gambar bergerak khalayak seakan merasa terlibat langsung di dalam situasi batin tertentu yang dapat lebih mendekatkan khalayak yang bersangkutan dengan program yang tengah disajikan. Saat menonton televisi kita pasti akan melihat berbagai tayangan iklan baik iklan masyarakat maupun iklan komersil produk dan jasa. Dunia pertelevisian yang telah mengambil alih segala macam bentuk media informasi lainya menjadi salah satu media yang sangat berpengaruh dan menjadi media penting serta menguntungkan bagi para produsen produk dan jasa dalam menginformasikan produk dan jasa mereka dalam bentuk iklan yang tidak hanya dalam bentuk gambar saja seperti media surat kabar ataupun media suara saja seperti radio. Namun televisi mampu menghadirkan gabungan dari audio dan visual sehingga masyarakat jauh lebih memahami dan tertarik dengan apa yang ingin disampaikan oleh sang pembuat iklan dan produesn produk.

            Iklan dipercaya sebagai cara untu mendongkrak penjualan oleh kebanyakan pengusaha yang mempunyai anggaran besar untuk kegiatan promosi. Hal ini terlihat dari berlimpahnya iklan-iklan yang dapat kita saksikan dan kita lihat melalui media televisi. Pertumbuhan kreatifitas iklan berhubungan erat dengan kompetisi antara pengiklan dan pertumbuhan media sebagai sarana beriklan. Mengamati perekembangan media massa dengan realitas kehidupan terutama televisi dengan segala tampilanya menjadi semakin menarik. Kini televisi menjadi bagian dari kebudayaan audiovisual baru dan merupakan medium yang paling kuat pengaruhnya dalam membentuk sikap dan kepribadian baru masyarakat luas. Begitu dekatnya televisi dengan masyarakat, mengundang banyak pihak terutama pada produsen barang dan jasa atau industri untuk memanfaatkan televisi sebagai media efektif, guna menawarkan suatu produk yang ditunjukkan kepada masyarakat, yang sekaligus untuk bertujuan untuk mempersuasi orang untuk mau membeli. Dalam hal ini teori pemasaran lebih dikenal dengan istilah periklanan. Menurut KBBI iklan adalah berita atau pesan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Dari definisi ini terdapat beberapa komponen utama dalam sebuah iklan yakni mendorong dan membujuk dengan kata lain sebuah iklan harus memiliki sifat persuasi.

Iklan televisi Richeese Nabati versi “For The World” merupakan sebuah iklan yang menggunakan daya tarik emosional yang menggembirakan. Daya tarik ini diharapkan dapat menyentuh hati dan menciptakan tanggapan berdasarkan perasaan yang timbul pada target sasarannya. Pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada target pasar ditampilkan melalui sebuah daya tarik fantasi, yaitu sebuah pendekatan dengan menggunakan efek-efek khusus untuk menciptakan tempat, peristiwa atau karakter bayangan. Dalam iklan ini efek-efek khusus yang digunakan adalah animasi 3D.

Dari berbagai media kontemporer di tanah air saat ini, televisi merupakan media yang paling diminati oleh publik dan paling memberikan pengaruh besar pada khalayak, karena televisi memiliki tiga kekuatan media sekaligus. Dua kekuatan pertama adalah kemampuan menampilkan gambar hidup bergerak dan suara untuk mendalami kekuatan gambar. Dua kekuatan ini dianggap paling memberi pengaruh mendalam dibandingkan dengan kekuatan media massa lainya seperti koran, radio dan internet. Dari inilah penulis mencoba untuk meneliti dan menganalisis makna yang terkandung dalam iklan Richeese Nabati versi “For The World” yang ditampilkan melalui media iklan televisi.

 

 


 

Pembahasan

Salah satu cara yang digunakan para pakar untuk membahas lingkup makna yang lebih besar adalah dengan membedakan makna denotatif dengan makna konotatif. Roland Barthes lahir tahun 1915 dari keluarga menengah Protestan di Cherbourg dan dibesarkan di Bayonne, kota kecil dekat pantai antlantik di sebelah barat daya Prancis. Beliau dikenal sebagai salah seorang pemikir stukturalis yang getol mempraktikkan model lingustik dan semiologi. Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukkan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat menentukan makna, tetapi kurang tertarik  pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya. Roland Barthes meneruskan pemikiran tersebut yang dikenal dengan istilah “order of signification”. Two orders of signification (signifikasi dua tahap atau dua tatanan  pertandaan) Barthes terdiri dari first order of signification yaitu denotasi,  dan second orders of signification yaitu konotasi. Tatanan yang pertama  mencakup penanda dan petanda yang berbentuk tanda. Tanda inilah yang disebut makna denotasi.

Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan antara tanda dan rujukan pada realitas, yang menghasilkan makna yang eksplisit, langsung, dan pasti. Sedangkan konotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda, yang di dalamnya beroperasi makna yang bersifat implisit dan tersembunyi.

Peta Tanda Roland Barthes:

1. Signifier (Penanda) 

2. Signified (Petanda) 

3. Denotative sign (tanda denotatif) 

4. Connotative Signifier (penanda konotatif) 

5.Connotative Signified (petanda konotatif)

6. Connotative Sign (tanda konotatif) 

 

Dari peta Barthes di atas terlihat bahwa tanda denotatif (3) terdiri  atas penanda (1) dan petanda (2). Akan tetapi, pada saat bersamaan, tanda denotatif adalah juga penanda konotatif  (4). Dengan kata lain, hal tersebut  merupakan unsur material: hanya jika anda mengenal tanda “singa”, barulah konotasi seperti harga diri, kegarangan, dan keberanian menjadi mungkin. Jadi, dalam konsep Barthes, tanda konotatif tidak sekedar memiliki  makna tambahan namun juga mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya. Sesungguhnya, inilah sumbangan Barthes yang berarti bagi penyempurnaan semiology Saussure, yang berhenti pada penandaan dan tatanan denotatif. Konotasi dan denotasi sering dijelaskan dalam istilah tinngkatan representasi atau tingkatan nama. Secara ringkas, denotasi dan konotasi dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.       Denotasi adalah interaksi antara signifier dan signified dalam sign, dan antara sign dengan referent (object) dalam realitas eksternal.

b.      Konotasi adalah interaksi yang muncul ketika sign bertemu dengan perasaan atau emosi pembaca atau pengguna dan nilai-nilai budaya mereka. Makna menjadi subjektif atau intersubjektif. Tanda lebih terbuka dalam penafsirannya pada konotasi daripada denotasi. 

Secara sederhana, denotasi dijelaskan sebagai kata yang tidak  mengandung makna atau perasaan-perasaan tambahan. Maknanya disebut  makna denotatif. Makna denotatif memiliki beberapa istilah lain seperti makna denotasional, makna referensial, makna konseptual, atau makna  ideasional. Sedangkan konotasi adalah kata yang mengandung arti  tambahan, perasaan tertentu, atau nilai rasa tertentu di samping makna dasar yang umum. Konotasi atau makna konotatif disebut juga makna konotasional, makna emotif, atau makna evaluatif. Denotasi dan konotasi tidak bisa dilihat secara terpisah atau berdiri  sendiri. Sebuah tanda yang kita lihat pasti atau suatu denotasi. Makna denotasi adalah apa yang kelihatan pada gambar, dengan kata lain gambar  dengan sendirinya memunculkan denotasi. Denotasi dengan sendirinya akan menjadi konotasi dan untuk selanjutnya konotasi justru menjadi denotasi ketika konotasi tersebut sudah umum digunakan dan dipahami  bersama sebagai makna yang kaku. 

 

 

 

 

Signifikasi Dua Tahap Bathes

                        First Order                                                  Second Order

 

       Reality                              Sign                                                           Culture

Denotation

Signifier

---------------

Signified

Myth

Conotation

 

 


  

 

 

 

 


Melalui gambar ini Barthes, seperti dikutip Fiske menjelaskan:  signifikasi tahap pertama merupakan hubungan antara signifier dan signified di dalam sebuah tanda terhadap realitas eksternal. Barthes  menyebutnya sebagai denotasi, yaitu  makna paling nyata dari tanda. Konotasi adalah istilah yang digunakan Bathes untuk menunjukan signifikasi tahap kedua. Hal ini menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilai- nilai dari kebudayaannya. Konotasi mempunyai makna yang subjektif atau paling tidak intersubjektif. Dengan kata lain denotasi adalah apa yang digambarkan tanda terhadap sebuah objek; sedangkan konotasi adalah bagaimana mengambarkannya (Fiske, 1990: 88). Pada signifikasi tahap kedua yang berhubungan dengan isi, tanda bekerja melalui mitos (myth). Mitos adalah bagaimana kebudayaan menjelaskan atau memahami beberapa  aspek tentang realitas atau gejala alam. Mitos merupakan produk kelas social yang sudah mempunyai suatu dominasi. Dalam gambar tersebut, tanda panah dari  signified mengarah pada mitos. Ini berarti mitos muncul pada  tatanan konsep mental suatu tanda.  Mitos ini bisa dikatakan sebagai ideologi dominan pada waktu tertentu.  Denotasi dan konotasi memiliki potensi untuk menjadi ideologi yang bisa dikategorikan sebagai  third order of signification (istilah ini bukan dari  Barthes), Barthes menyebut konsep ini sebagai myth (mitos). Mitos dalam pemahaman Barthes adalah pengkodean makna dan  nilai-nilai sosial (yang sebetulnya arbiter atau konotatif) sebagai sesuatu  yang dianggap alamiah. Mitos adalah yang berhubungan dengan kepercayaan primitif tentang kehidupan alam gaib, yang timbul dari usaha  manusia yang tidak ilmiah dan tidak berdasarkan pada pengalaman yang nyata untuk menjelaskan dunia atau alam disekitarnya. Mitos adalah bagaimana kebudayaan menjelaskan atau memahami beberapa aspek tentang realitas atau gejala alam. Mitos merupakan produk  kelas social yang sudah mempunyai  suatu dominasi.

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda (Sign) sebagai tindak komunikasi, dan cara berfungsinya hingga pengirimanya dan penerimaanya oleh mereka yang mempergunkan. Dalam hal ini penulis menggunakan analisis semiotic Roland Barthes yaitu mencari makna denotasi, konotasi, dan mitos. Yang kemudian penulis terapkan pada iklan Richeese Nabati versi “For The World” di televise, dengan cara mengobservasi dan menganalisi iklan tersebut. Dan mencari tau makna apa makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dengan memasukkan interpretasi penulis pada konotasi dan mitos. Pada denotasi penulis menjelaskan pemaknaan visualisasi yang terlihat pada setiap scene yang ada pada iklan dalam bentuk kata-kata. Pada konotasi penulis menjelaskna hasil denotasi yang telah diinterpretasi pada setiap scene dalam iklan tersebut. Pada mitos penulis menjelaskan keterkaitan scene yang ada pada iklan dengan nilai-nilai social yanga da di masyrakat.

Dalam makalah ini objek yang dikaji adalah iklan Richeese Nabati versi “For The World” di televise. Dalam iklan ini menceritakan bahwa Richeese Nabati sekarang sudah mendunia, ini diceritakan dalam iklan bahwa ada beberapa koki dari penjuru dunia yang membuka sebuah katalog salah satu dari koki tersebut mengatakan “Ayo lihat,,, kini Richeese mendunia” , setelah itu diceritakan ada Negara Indonesia dengan backround bendera merah putih di mana bendera ini adalah bendera kebanggaan warga Indonesia dan di sini dilihatkan salah satu icon yang terkenal dan salah satu keajaiban dunia yaitu monument candi Borobudur, di sini ada anak-anak yang makan Richeese Nabati mereka mengatakan “Ku suka Richeese”, setelah itu diceritakan ada Negara Malaysia dengan backround bendera dan icon Negara tersebut yaitu menara Twin Tower, di sini ada anak-anak yang makan Richeese mereka mengatakan ”Kite suke Richeese”, setelah itu ada Negara Fiipina dengan background bangunan megah, di sini ada anak-anak yang makan Richeese dan mereka mengatakan “Richeese I am fana baih baiha”, setelah itu ada Negara yang terakhir yaitu Thailand dengan background bendera dan icon kebudayaan mereka. Setelah itu semua di tutup dengan gambar bendera beberapa Negara yang ada di dunia ini dan anak-anak tersebut mengatakan “We love Richeese”. Jadi pada intinya iklan ini melihatkan kepada seemua warga Indonesia bahwa Richeese Nabati ini sudah dikonsumsi banyak Negara yang ada dibelahan dunia, mulai dari Negara yang ada di Asia, Eropa, Afrika, Australia, dsb.

Narasai Iklan Richeese Nabati versi “For The World”

Dalam iklan Richeese Nabati versi “For The World” terdapat narasi yang dibawakan oleh model yaitu koki, dan anak-anak. Berikut narasinya:

Koki                : Oh …. Oh …. Oh …. Ayo kita lihat, kini Richeese mendunia

Anak-anak       : Ku suka Richeese (Negara Indonesia)

Anak-anak       : I like Richeese

Anak-anak       : Kite suke Richeese (Negara Malaysia)

                          Richeese (Bersama-sama)

Anak-anak       : Richeese I am fana baih baiha (Negara Filipina)

                          We love Richeese (bersama-sama)

***

“Oh … oh … oh …., ayooo lihat, kini Richeese mendunia, ku suka Richeese, I like Richeese, kite suke Richeese, RICHEESE, Richeese I am fana baih baiha, we love Richeese Forever”

Visualisasi dan Deskripsi Richeese Nabati versi “For The World”

            Narasi iklan Richeese Nabati versi “For The World” menceritakan bahwa Richeese Nabati sekarang sudah mendunia, ini diceritakan dalam iklan bahwa ada beberapa koki dari penjuru dunia yang membuka sebuah katalog salah satu dari koki tersebut mengatakan “Ayo lihat,,, kini Richeese mendunia” , setelah itu diceritakan ada Negara Indonesia dengan backround bendera merah putih di mana bendera ini adalah bendera kebanggaan warga Indonesia dan di sini dilihatkan salah satu icon yang terkenal dan salah satu keajaiban dunia yaitu monument candi Borobudur, di sini ada anak-anak yang makan Richeese Nabati mereka mengatakan “Ku suka Richeese”, setelah itu diceritakan ada Negara Malaysia dengan backround bendera dan icon Negara tersebut yaitu menara Twin Tower, di sini ada anak-anak yang makan Richeese mereka mengatakan ”Kite suke Richeese”, setelah itu ada Negara Fiipina dengan background bangunan megah, di sini ada anak-anak yang makan Richeese dan mereka mengatakan “Richeese I am fana baih baiha”, setelah itu ada Negara yang terakhir yaitu Thailand dengan background bendera dan icon kebudayaan mereka. Setelah itu semua di tutup dengan gambar bendera beberapa Negara yang ada di dunia ini dan anak-anak tersebut mengatakan “We love Richeese”. Jadi pada intinya iklan ini melihatkan kepada seemua warga Indonesia bahwa Richeese Nabati ini sudah dikonsumsi banyak Negara yang ada dibelahan dunia, mulai dari Negara yang ada di Asia, Eropa, Afrika, Australia, dsb.

No.

Gambar

Narasi

Visualisasi

1.

Koki : Oh …. Oh …. Oh …. Ayo kita lihat, kini Richeese mendunia

 

Visualisasi iklan Richeese Nabati versi “For The World” ini di awali dengan memperlihatkan ada 6 orang koki yang berasal dari penjuru dunia yang tengah melakukan memegang sebuah katalog.

2.

 

Pada gambar 2, diperlihatkan salah satu seorang koki membuka katalog yang dipegangnya.

3.

 

Pada gambar 3, diperlihatkan Negara Indonesia dengan backround bendera merah putih di mana bendera ini adalah bendera kebanggaan warga Indonesia dan di sini dilihatkan salah satu icon yang terkenal dan salah satu keajaiban dunia yaitu monument candi Borobudur.

4.

2 Anak : “Ku suka Richeese”

Pada gambar 4, diperlihatkan ada 2 anak yang makan Richeese Nabati.

5.

 

Pada gambar 5, diperlihatkan Negara Malaysia dengan backround bendera dan icon Negara tersebut yaitu menara Twin Tower.

6.

3 Anak : ”Kite suke Richeese”

Pada gambar 6, diperlihatkan 3 anak yang makan Richeese sambil naik permainan gantung.

7.

 

Pada gambar 7, diperlihatkan Negara Fiipina dengan background bangunan megah.

8.

2 Anak : “Richeese I am fana baih baiha”

Pada gambar 8, diperlihatkan 2 anak yang makan Richeese sambil naik mobil ala Negara Filipina.

9.

 

Pada gambar 9, diperlihatkan Negara yang terakhir yaitu Thailand dengan background bendera dan icon kebudayaannya.

10.

 

Pada gambar 10, diperlihatkan 1 anak yang makan Richeese sambil naik permainan kereta gantung.

11.

 

Pada gambar 11, diperlihatkan komposisi yang dibuat untuk meracik Richeese denga komposisi keju asli, bahan-bahan yang mengandung Vit A, B1, B2, B6, B12.

12.

Semua Koki : “We love Richeese”

Pada gambar 12, di tutup dengan gambar bendera beberapa Negara yang ada di penjuru dunia ini.

13.

 

Pada gambar 13, diperlihatkan dengan beberapa produk yang dibuat oleh Richeese Nabati diantaranya yaitu: Richeese Roliis, Richeese Nabati, dan Richeese Ahh’.

 

Analisis Iklan Richeese Nabati versi “For The World” di Televisi dalam Pendekatan Semiotika Roland Barthes: Makna Denotasi, Konotasi, dan Mitos pada Scene 1, 2, 3, dst.

            Salah satu aspek yang terdapat dalam sebuah iklan adalah konsep atau ide cerita. Konsep atau ide cerita yang digunakan dalam sebuah iklan umumnya dibuat sesuai mungkin dengan apa yang tengah terjadi pada masyarakat. Sehingga mampu menyakinkan penonton bahwa apa yang disampaikan sebuah iklan adalah benar adnya sesuai budaya dan kebiasaan yang terjadi.

            Di iklan Richeese Nabati versi “For The World” ini konsep atau ide cerita yang diangkat yaitu bagaimana anak-anak bisa mengenal semua produk-produk yang telah diproduksi oleh Richeese Nabati.

Scene

Visual

Dialog atau Narasi

1.

Koki : Oh …. Oh …. Oh …. Ayo kita lihat, kini Richeese mendunia

 

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan ada 6 orang koki yang berasal dari penjuru dunia yang tengah melakukan memegang sebuah katalog dan salah satu seorang koki membuka katalog yang dipegangnya sambil mengatakan “Oh …. Oh …. Oh …. Ayo kita lihat, kini Richeese mendunia”.

 

Konotasi         :  Kesan yang ingin ditampilkan pada scene ini bahwa keenam koki ini yang berasal dari penjuru dunia ini mengenalkan kepada khalayak masyarakat bahwa produk Richeese Nabati akan mendunia.

 

Mitos               : Seperti yang kita ketahui bahwa produk yang diproduksi oleh Negara Indonesia jarang sekali go international, dari produk inilah Indonesia berusaha untuk go international dari produk makanan anak-anak.

2.

2 Anak : “Ku suka Richeese”

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan Negara Indonesia dengan backround bendera merah putih di mana bendera ini adalah bendera kebanggaan warga Indonesia dan di sini dilihatkan salah satu icon yang terkenal dan salah satu keajaiban dunia yaitu monument candi Borobudur dan diperlihatkan ada 2 anak yang makan Richeese Nabati sambil mengatakan “Ku suka Richeese”.

 

Konotasi         : Richeese nabati telah diproduksi oleh Negara Indonesia, yang pertama menjadi pembuka iklan ini yaitu Negara Indonesia ini bisa dilihat bahwa bendera merah putih telah terpampang di depan salah satu icon keajaiban dunia yang dimiliki Negara Indonesia yaitu candi Borobudur, setelah it terlihat anak-aak seumuran sekolah dasar yang sedang memakan makanan ringan tersebut dengan enaknya mereka menikmati sambil berjalan.

 

Mitos               : Mitos yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Indonesia masa-masa anak sekolah dasar ini harus diberikan vitamin yang banyak agar tubuhnya sehat. Dari kandungan produk nabati inilah anak-anak bisa sehat karena produk ini mengandung banyak vitamin.

3.

3 Anak : ”Kite suke Richeese”

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan Negara Malaysia dengan backround bendera dan icon Negara tersebut yaitu menara Twin Tower dan diperlihatkan 3 anak yang makan Richeese sambil naik permainan gantung sambil mengatakan ”Kite suke Richeese”.

 

Konotasi         : Richeese nabati telah mendunia ke salah satu Negara tetangga yaitu Negara Malaysia ini bisa dilihat bahwa bendera Malaysia telah terpampang di depan salah satu icon yang sangat fenomenal yang dimiliki Negara Malaysia yaitu Twin Tower , setelah it terlihat anak-anak seumuran sekolah dasar yang sedang memakan makanan ringan tersebut dengan enaknya mereka menikmati sambil naik permainan yang gantung dan berputar-putar sambil memberitahukan kepada penonton bahwa Richeese benar-benar sudah ada di Malaysia ini dibuktikan dengan ucapan anak tersebut dengan bahasa Malaysia yaitu bahasa malaya.

 

Mitos               : Mitos yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Indonesia masa-masa anak sekolah dasar ini harus diberikan vitamin yang banyak agar tubuhnya sehat. Dari kandungan produk nabati inilah anak-anak bisa sehat karena produk ini mengandung banyak vitamin.

4.

2 Anak : “Richeese I am fana baih baiha”

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan Negara Fiipina dengan background bangunan megah dan 2 anak yang makan Richeese sambil naik mobil ala Negara Filipina sambil mengatakan “Richeese I am fana baih baiha”.

 

Konotasi         : Richeese nabati telah mendunia ke Negara lain yang ada di benua Asia yaitu Negara Filipina ini bisa dilihat bahwa bendera Filipinna telah terpampang di depan salah satu icon yang sangat fenomenal yang dimiliki Negara Filipina yaitu bangunan-bangunan yang sangat megah , setelah it terlihat anak-anak seumuran sekolah dasar yang sedang memakan makanan ringan tersebut dengan enaknya mereka menikmati sambil naik mobil khas Filipina di mana mobil itu seperti mobil khusus anak-anak yang biasanya disewakan di Negara indonesia sambil memberitahukan kepada penonton bahwa Richeese benar-benar sudah ada di Negara Filipina ini dibuktikan dengan ucapan anak-anak tersebut dengan bahasa Filipina.

 

Mitos               : Mitos yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Indonesia masa-masa anak sekolah dasar ini harus diberikan vitamin yang banyak agar tubuhnya sehat. Dari kandungan produk nabati inilah anak-anak bisa sehat karena produk ini mengandung banyak vitamin.

5.

 

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan Negara yang terakhir yaitu Thailand dengan background bendera dan icon kebudayaannya dan 1 anak yang makan Richeese sambil naik permainan kereta gantung.

 

Konotasi         : Richeese nabati telah mendunia ke Negara lain yang ada di benua Asia yaitu Negara Tailand ini bisa dilihat bahwa bendera Tailand telah terpampang di depan salah satu icon yang sangat fenomenal yang dimiliki Negara Tailand yaitu budaya mereka , setelah itu terlihat anak-anak seumuran sekolah dasar yang sedang memakan makanan ringan tersebut dengan enaknya mereka menikmati sambil naik kuda berputar sambil memberitahukan kepada penonton bahwa Richeese benar-benar sudah ada di Negara Tailand ini dibuktikan dengan ucapan anak-anak tersebut dengan bahasa Tailand.

 

Mitos               : Mitos yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Indonesia masa-masa anak sekolah dasar ini harus diberikan vitamin yang banyak agar tubuhnya sehat. Dari kandungan produk nabati inilah anak-anak bisa sehat karena produk ini mengandung banyak vitamin.

6.

 

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan komposisi yang dibuat untuk meracik Richeese denga komposisi keju asli, bahan-bahan yang mengandung Vit A, B1, B2, B6, B12.

 

Konotasi         : Komposisi yang dibuat untuk membuat Richeese ini telah memenuhi syarat untuk bisa dikonsumsi anak-anak, karena Richeese ini mengandung banyak vitamin, komposisinya yaitu dengan lapisan keju asli, roti wafer, gula dsb, dengan keseluruhan yang mengandung vitamin A, B1, B2, B6, dan B12.

 

Mitos               : Mitos yang bisa dilihat bahwa bahan-bahan makanan yang mengandung Vit A, B1, B2, B6, dan B12 wajib dan harus dikonsumsi oleh anak-anak, agar kesehatan tubuhya baik dan bisa menyehatkan.

7.

Semua Koki : “We love Richeese”

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan dengan gambar bendera beberapa Negara yang ada di penjuru dunia ini dan koki yang diawal tadi dengan mengatakan “We love Richeese”.

 

Konotasi         : Koki meyakinkan kepada penonton bahwa produk Richeese Nabati telah go international, atau telah mendunia, atau telah dikonsumsi banyak Negara yang ada diseluruh penjuru dunia, ini dibuktikan dengan gambar bendera yang terpampang di depan para koki diataranya Negara yang ada di Eropa.

 

Mitos               : Seperti yang kita ketahui bahwa produk yang diproduksi oleh Negara Indonesia jarang sekali go internasional, dari produk inilah Indonesia berusaha untuk go international dari produk makanan anak-anak.

8.

 

Denotasi         : Terlihat dalam scene ini memperlihatkan beberapa produk yang dibuat oleh Richeese Nabati diantaranya yaitu: Richeese Roliis, Richeese Nabati, dan Richeese Ahh’.

 

Konotasi         : Richeese Nabati tidak hanya memproduksi satu produk saja yaitu Richeese akan tetapi Richeese Nabati telah memprroduksi tiga produk yang saat ini sudah dikonsumsi oleh banyak orang yang ada dipenjuru dunia diantaranya yaitu produk Richeese Nabati, Richeese  Roliis, dan Richeese Ahh’.

 

Mitos               : Produk butan Indonesia ternyata bisa go internasional dan bisa dikonsumsi dan dinikmati oleh banyak orang yang adaa dipenjuru dunia.

 


 

Kesimpulan

            Dari hasil temuan analisis kesimpulan yang diperoleh dari delapan scene iklan Richeese Nabati yaitu pertama makna denotasi, makna-makna denotasi yang ditemukan pada kedelapan scene iklan Richeese Nabati yang dianalisis menyimpulkan bahwa sutradara dan penulis scenario mengambil empat Negara dan icon yag terkenal di Negara tersebut yang berada di Asia memberikan gambaran kepada kita bahwa produk Richeese Nabati telah mendunia, produk ini sudah bisa dikonsumsi di luar Negara Indonesia. Makna konotasi, makna-makna konotasi yang ditemukan pada kedelapan scene iklan Richeese Nabati yang dianalisis menyimpulkan bahwa produk makanan anak-anak ini memberikan banyak vitamin diantaranya yaitu Vit A, B1, B2, B6, B12, kelima vitamin ini memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan anak-anak. Mitos, dari analisis data mitos kedelapan scene Richeese Nabati ini dapat disimpulkan bahwa pesan yang terkandung dalam cerita tersebut yaitu baru di era sekarang ini produk yang diproduksi oleh Negara Indonesia bisa go internasional, sebelum-sebelumnya banyak produk luar negeri yang masuk ke Negara Indonesia.

Refrensi :

http://shofiyah---fib09.web.unair.ac.id/artikel_detail-61891-Semiotika Teori%20Semiotika%20Charles%20Sanders%20Peirce.html diunduh pada hari senin pukul 21. 30 WIB.

http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/2s1hi/206612123/bab2.pdf diunduh pada hari senin pukul 21. 30 WIB.

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=S6B3yn2DGIc diunduh pada hari senin pukul 14.25 WIB.

Sopianah, Siti. 2010. Analisis Semiotik Terhadap Iklan Susu Bendera Edisi Ramadhan 1430 H Di Televisi. SKRIPSI. Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Prees.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DALAM MANTRA PENGOBATAN DUKUN DI KABUPATEN LAMONGAN

Dialektologi